Menuju konten utama

Tiga Jemaah Haji Belum Ditemukan, Kemenag Minta Keluarga Tes DNA

Tes DNA ini bertujuan untuk mencocokkan dengan identitas jenazah tak dikenal yang ada di Arab Saudi.

Tiga Jemaah Haji Belum Ditemukan, Kemenag Minta Keluarga Tes DNA
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan pada penutupan penyelenggaraan ibadah Haji 1446 H/2025 M di Gedung Kementerian Agama, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2025). Pada kegiatan tersebut Menag Nasaruddin Umar mengapresiasi operasional penyelenggaraan ibadah haji yang terorganisir dengan baik disertai dengan terobosan baru dan pengembangan yang progresif. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.

tirto.id - Kementerian Agama tengah merencanakan pencocokan DNA keluarga tiga jemaah haji Indonesia yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Tes DNA ini bertujuan untuk mencocokkan dengan identitas jenazah tak dikenal yang ada di Arab Saudi.

"Karena ada beberapa jenazah di sana, itu nanti kami akan minta DNA keluarganya yang hilang itu, supaya nanti kami akan cocokkan, siapa tahu diantara yang hilang itu ada diantara di sana," ujar Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, pada Senin (14/7/2025).

Nasaruddin mengungkapkan tiga jemaah haji asal Indonesia itu diduga mengalami riwayat demensia atau penurunan kemampuan berpikir dan ingatan. Menurutnya, hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan berdasarkan petunjuk yang ada dan terakhir dijumpai.

"Jadi yang hilang itu ada penyakit demensia. Demensia itu namanya saja dia enggak tau, siapa namanya, dia lupa namanya. Alamatnya apalagi. Nah ini yang kami cari sekarang, karena dia hilangnya di hotel. Entah ke mana, anak istrinya pun juga ditinggalkan," ujar Nasaruddin.

Menurutnya, beberapa jemaah yang hilang juga tidak membawa identitas sama sekali. Ada yang melepas gelang pelacak, tidak membawa paspor, dan meninggalkan kalung identitas di kamar hotelnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan tak memberikan batas waktu terhadap pencarian ketiga jemaah tersebut oleh petugas haji Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Mereka bekerja sama dengan kepolisian dan otoritas Arab Saudi untuk menelusuri keberadaan para jemaah yang hilang.

"InsyaAllah mudah-mudahan kita berdoa semoga bisa ditemukan apakah dia dalam keadaan masih hidup maupun juga dalam keadaan lain," ujarnya.

Tiga jemaah yang belum ditemukan adalah Nurimah, 80 tahun, dari Kloter 19 Embarkasi Palembang (PLM 19); Sukardi, 67 tahun, dari Kloter 79 Embarkasi Surabaya (SUB 79); dan Hasbullah, 73 tahun, dari Kloter 07 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 07).

Sejak dilaporkan hilang, pencarian terus dilakukan melalui berbagai skema dengan bekerja sama dengan syarikah, KJRI, dan Konsultan Haji di Jeddah. Pihak syarikah juga telah melaporkannya ke Kepolisian Arab Saudi di Makkah.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto