Menuju konten utama

Tifo La Grande Timnas vs China: Gatotkaca Jebol Tembok Cina!

Tifo La Grande Indonesia dalam laga Timnas vs China WCQ 2026 maknanya apa?

Tifo La Grande Timnas vs China: Gatotkaca Jebol Tembok Cina!
Suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

tirto.id - Tifo La Grande Indonesia (LGI) dalam laga Timnas Indonesia vs China di matchday 9 Grup C ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menampilkan tokoh kesatria dengan pedang dan perisai berlambang garuda tengah bagaikan Gatotkaca yang menjebol benteng, yang seakan adalah tembok besar China.

Tifo ini langsung menjadi sorotan karena ditampilkan menjelang laga pada Kamis, 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang kick-off pukul 20.45 WIB.

Sebelumnya, pada Selasa (3/6/2025), La Grande melalui akun media sosial Instagram, mencantumkan caption "Memanggil Sayap-Sayap Garuda!". Mereka mengumumkan, untuk curva nord GBK, terdapat detail yang layak diperhatikan penonton.

LGI menerangkan, akan ada 2 material koreo yang dipersiapkan di bangku tribun untuk keperluan mozaik. Penonton juga dilarang untuk membawa kertas/material saat berpindah kursi, sekaligus dilarang merusak perlengkapan koreo. Material koreo akan dipergunakan sesuai dengan arahan koordinator.

Semua rangkaian koreografi ditampilkan saat pemain melakukan warming-up dan selesai saat kick-off babak pertama laga Timnas Indonesia vs China.

Dukungan penuh penonton yang memadati SUGBK ini diwujudkan dengan penampilan memukau mozaik Ultras Garudadengan tulisan 'Let's Go!" yang memadukan warna hitam, merah, dan putih. Ini ditingkahi dengan suara ikonik Ahmad Albar yang mendendangkan lagu "Rumah Kita".

Pertunjukan jelang laga disusul dengan penampilan Judika yang membawakan lagu "Indonesia Pusaka". Puncaknya adalah kemunculan tifo berupa sosok kesatria lengkap dengan pedang dan perisai berlambang garuda. Sang kesatria, yang oleh sebagian netizen disebut sebagai Gatotkaca, tampak gagah menjebol benteng, yang seakan bagai Tembok Besar China.

Gatotkaca adalah putra Bima dari pernikahannya dengan Arimbi. Baik dalam versi aslinya di India maupun dalam versi pewayangan Jawa, Gatotkaca adalah sosok yang punya kekuatan luar biasa. Ia memiliki julukan "otot kawat balung wesi" berkat tempaan saat dimasukkan ke Kawah Candradimuka.

Tembok Besar China yang dibangun sejak sekitar abad 7 Sebelum Masehi (SM) merupakan struktur pertahanan panjang membentang dengan konsep sebagai benteng yang melindungi Tiongkok dari serangan musuh. Tembok ini diperkirakan lebih dari 21.000 kilometer.

Tifo & Koreo La Grande Indonesia di Laga Timnas vs China

Ini bukan pertama kalinya La Grande Indonesia unjuk gigi dalam mendukung Timnas Indonesia. Pada 15 November 2024 lalu, ketika Garuda menjamu Jepang di SUGBK, LGI menyuguhkan koreo 3D yang menampilkan pertarungan epik Gundala lawan Godzilla.

Di satu sisi, Gundala adalah pahlawan super asal Indonesia. Sementara itu, Godzilla dikenal sebagai monster (kaiju) fiksional yang menjadi ikon kultur pop Jepang.

Pertarungan Gundala vs Godzilla ini menggambarkan gigihnya perjuangan Timnas Indonesia meski harus menghadapi negara langganan Piala Dunia, Jepang yang kekuatannya bagai Godzilla.

Koreo 3D Gundala vs Godzilla ini juga diiringi dengan tulisan "Untungnya Ku Tak Pilih Menyerah” yang merupakan kutipan reffrain lagu Bernadya, "Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”.

Berikutnya, saat Timnas Indonesia menjamu Bahrain, muncul koreo yang tidak kalah menakjubkan. Ketika itu, La Grande Indonesia menyuguhkan burung Garuda yang berlatarkan Puncak Jaya (Carstensz Pyramid), yang merupakan puncak tertinggi Gunung Jayawijaya, Papua.

Terdapat tulisan "Show Your Dignity" yang menunjukkan harapan agar Timnas menunjukkan martabat mereka saat jumpa Bahrain, tim yang sebelumnya menahan Garuda 2-2 secara kontroversial di Riffa.

Burung Garuda yang ditampilkan dalam koreo La Grande Indonesia tersebut tampak tengah menunjukkan cakarnya. Pada dada Garuda terdapat angka 45, yang merujuk pada tahun kemerdekaan Republik Indonesia, 1945.

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya