Menuju konten utama
SNBT 2026

Tidak Lulus SNBT 2026 Apakah Masih Bisa Ikut Seleksi Mandiri?

Pendaftar yang belum lolos SNBT 2026 masih memiliki kesempatan untuk mendaftar di kampus tujuan melalui mandiri. Simak info lengkapnya.

Tidak Lulus SNBT 2026 Apakah Masih Bisa Ikut Seleksi Mandiri?
Ilustrasi Jalur Mandiri. foto/Freepik
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 akan segera dirilis. Jika pelamar tidak lulus SNBT, apakah masih bisa ikut seleksi mandiri? Simak ketentuannya.

Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 sudah selesai digelar pada 30 April 2026. Mengacu data yang dirilis oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, UTBK SNBT 2026 diikuti 871.496 peserta, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seleksi ini berlangsung di 74 PTN, yang menjadi pusat pelaksanaan. Pada jalur ini dasar kelulusan ditentukan mengacu nilai atau skor yang diperoleh.

Sesuai agenda, pengumuman hasil SNBT 2026 akan disiarkan secara online di portal pengumuman pada Senin, 25 Mei 2026, pukul 15.00 WIB. Tahap ini menjadi penentu apakah siswa lolos atau perlu mendaftar lagi di perguruan tinggi melalui jalur lain.

Apakah Masih Bisa Ikut Seleksi Mandiri Jika Tidak Lulus SNBT?

Peserta yang dinyatakan lolos UTBK SNBT 2026 selanjutnya wajib mengikuti daftar ulang sesuai jadwal dan ketentuan masing-masing kampus. Jika daftar ulang dilakukan di luar tanggal dan ketentuan yang berlaku, maka calon mahasiswa dianggap gugur.

Pendaftar yang belum lolos masih memiliki kesempatan untuk mendaftar di kampus tujuan melalui jalur mandiri. Dengan demikian, pelamar yang tidak lolos SNBT 2026 memiliki kesempatan untuk mengikuti jalur mandiri.

Jalur mandiri adalah sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi dengan proses seleksi, syarat, jadwal, hingga kriteria kelulusannya ditentukan secara mandiri oleh masing-masing universitas, bukan oleh panitia pusat nasional.

Jadwal seleksi mandiri masing-masing kampus dapat berbeda. Untuk itu, pelamar dapat mencermati di laman pendaftaran masing-masing kampus tujuan.

Metode seleksi yang digunakan oleh tiap kampus juga berbeda-beda. Di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) misalnya, jalur mandiri UNY mencakup talent scouting, prestasi olahraga unggul, prestasi akademik, serta prestasi unggul. Lalu skor UTBK-SNBT, Computer Based Test (CBT), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Dasar penilaian dan jadwal masing-masing jalur tersebut berbeda. Calon mahasiswa yang ingin mendaftar jalur mandiri perlu mencermati kriteria yang ditetapkan.

Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga membuka jalur mandiri. Secara umum, jalur mandiri Unnes terdiri dari 4 jalur, yaitu: Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) internal Unnes, jalur skor atau nilai UTBK-SNBT 2026 dari SNPMB, International Undergraduate Program, serta jalur prestasi.

Berdasarkan analisis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah (Kemendikdasmen), jalur mandiri cenderung memiliki realisasi daya tampung yang lebih banyak ketimbang jalur SNBP. Data realisasi daya tampung 76 PTN Akademik tahun 2024, menunjukkan jalur SNBP hanya terealisasi 26 persen.

Jalur SNBT terealisasi sebanyak 41 persen. Sementara jalur mandiri terealisasi 32 persen. Mengacu data tersebut, siswa yang belum lolos SNBT masih mempunyai kesempatan untuk mendaftar di kampus tujuan melalui jalur mandiri.

Sebagai informasi, mahasiswa yang diterima lewat jalur mandiri biasanya dikenakan biaya pendidikan yang berbeda. Selain Uang Kuliah Tunggal per semester, mahasiswa jalur mandiri juga dikenai biaya tambahan berupa Iuran Pengembangan Institusi atau uang pangkal, yang dibayarkan 1 kali di awal kuliah.

Meski demikian besaran IPI di berbagai kampus sudah disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua, dan beberapa kampus tetap menyediakan kuota untuk pemegang KIP Kuliah.

Tertarik dengan informasi terbaru seputar jalur seleksi mandiri? Cek selengkapnya di tautan berikut ini:

Seleksi Mandiri 2026

Baca juga artikel terkait SELEKSI MANDIRI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Oryza Aditama