tirto.id - Telkomsel mulai membawa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam jaringan selulernya melalui kerja sama dengan penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ZTE Corporation. Langkah ini ditujukan untuk membuat jaringan lebih adaptif sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Strategic Partnership Agreement (SPA) antara Telkomsel dan ZTE dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2026 pada Selasa (3/3/2026).
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan mengeksplorasi teknologi jaringan berbasis AI dan inovasi enterprise. Fokusnya mencakup pengembangan jaringan AI-native, penguatan akses broadband di wilayah terpencil, serta pemanfaatan AI untuk kebutuhan pelanggan enterprise.
Telkomsel dan ZTE akan mengevaluasi kapabilitas AI-native Radio Access Network (RAN) untuk memungkinkan layanan 5G yang lebih adaptif dan berorientasi pada pelanggan. Keduanya juga akan menguji konsep modul AI Engine pada platform BBU V9200 untuk mendukung pengelolaan jaringan berbasis pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas layanan secara konsisten.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel Wong Soon Nam mengatakan pihaknya berupaya mengintegrasikan kapabilitas jaringan cerdas berbasis AI untuk meningkatkan keandalan layanan dan memperluas akses broadband.
"Telkomsel terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan yang mengutamakan pelanggan. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya mengintegrasikan kapabilitas jaringan cerdas berbasis AI untuk meningkatkan keandalan layanan, memperluas akses broadband yang lebih inklusif, dan membuka peluang baru bagi pelanggan serta pelaku industri di seluruh Indonesia," tutur Wong dalam keterangan resmi.
Telkomsel dan ZTE juga akan memperluas implementasi Edge User Plane untuk mendorong inklusi digital dengan memproses data lebih dekat dengan pengguna. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menurunkan latensi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat stabilitas layanan, terutama di wilayah terpencil.
Kolaborasi tersebut turut mencakup program inovasi bersama pelanggan enterprise melalui uji coba terarah untuk mengidentifikasi use case AI yang relevan, terukur, dan aplikatif bagi kebutuhan industri.
President Director ZTE Indonesia Richard Liang mengatakan transformasi digital Indonesia terus menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya adopsi teknologi digital di berbagai sektor industri maupun masyarakat.
"Bersama Telkomsel, kami berkomitmen mendukung pengembangan kapabilitas jaringan yang cerdas dan adaptif guna menjawab kebutuhan pengguna dan industri yang terus berkembang," katanya.
Richard menambahkan peningkatan efisiensi jaringan dan fokus yang lebih kuat pada pengalaman layanan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan digital yang berkelanjutan, memperluas adopsi teknologi lintas sektor, serta membangun ekosistem digital yang tangguh dan inklusif.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































