Menuju konten utama

Telkomsel Andalkan AI Kelola Trafik Data di 437 Titik Nataru

Telkomsel menggunakan AI di 437 titik keramaian saat Nataru untuk mengelola lonjakan trafik data dan menekan jumlah gangguan jaringan 17,6 persen.

Telkomsel Andalkan AI Kelola Trafik Data di 437 Titik Nataru
Selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NARU), Telkomsel mengawal lonjakan trafik data hingga 12,42 persen dengan puncak konsumsi 69,12 petabyte pada 1 Januari 2026. FOTO: Telkomsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Telkomsel mengamankan lonjakan trafik data selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Penggunaan teknologi AI Autonomous Network (AN) di 437 titik keramaian utama terbukti efektif memantau serta mengelola jaringan secara otomatis, sehingga mampu mendeteksi dan menyelesaikan potensi gangguan lebih cepat sekaligus menekan jumlah incident hingga 17,6 persen.

Penerapan kecerdasan buatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Telkomsel dalam menjaga keandalan infrastruktur dan memberikan layanan optimal bagi ratusan juta pelanggan di seluruh Indonesia sejak Desember 2025 hingga Januari 2026.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan, melalui semangat Pelayanan Sepenuh Hati, Telkomsel berkomitmen untuk merespons keluhan dengan cepat dan memberikan layanan terbaik untuk pelanggan di momen spesial seperti Nataru.

“Capaian ini akan terus kami pertahankan dan tingkatkan, agar semangat melayani sepenuh hati benar-benar dirasakan oleh pelanggan,” katanya dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/9/2026).

Dia menjelaskan, selama momen libur akhir tahun, konsumsi data pelanggan melonjak 12,42 persen dibandingkan rata-rata hari biasa pada 2025, atau tumbuh 3,80 persen jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya. Puncak lalu lintas data terjadi pada malam pergantian tahun, yakni 1 Januari 2026, dengan volume mencapai 69,12 petabyte.

Aktivitas digital masyarakat selama liburan didominasi oleh hiburan dan komunikasi. Kenaikan tertinggi dicatatkan oleh online gaming sebesar 33,38 persen dengan puncak trafik pada 25 Desember 2025.

Selanjutnya, penggunaan layanan pesan instan dan panggilan video naik 21,31 persen pada 31 Desember 2025, video streaming tumbuh 20,13 persen pada 28 Desember 2025, serta media sosial meningkat 13,87 persen pada 1 Januari 2026. Sementara itu, aktivitas e-commerce melonjak 13,15 persen dengan puncak pada 24 Desember 2025.

Sejumlah platform digital seperti TikTok, Facebook, YouTube, dan Instagram menjadi penyumbang trafik data terbesar, dengan pertumbuhan payload tertinggi diraih oleh WhatsApp yang mencapai 23,54 persen.

Meski layanan data mendominasi, trafik SMS turut mencatatkan lonjakan signifikan hingga 51,02 persen dari rata-rata hari biasa, diikuti pertumbuhan layanan suara (voice) sebesar 1,37 persen.

Secara geografis, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan konsumsi data tertinggi yakni mencapai 1.136 TB, disusul Jakarta Selatan sebesar 1.012 TB, Jakarta Timur sebesar 881 TB, Kota Medan sebesar 879 TB, dan Kabupaten Bekasi sebesar 872 TB.

Sementara untuk pergerakan pelanggan, pergeseran terbesar terjadi di wilayah Jawa Tengah-DIY yang mencatat lonjakan lebih dari 316 ribu pelanggan, Sumatra Bagian Utara lebih dari 249 ribu pelanggan, serta Jawa Barat lebih dari 173 ribu pelanggan.

Guna memastikan kualitas jaringan tetap optimal di seluruh penjuru negeri, Telkomsel telah menggelar uji kelayakan jaringan (drive test) 4G dan 5G sejauh 18.000 kilometer. Perusahaan juga menyiagakan puluhan posko yang terdiri dari 15 Posko Siaga Network, 17 Posko Utama Sales, 13 Posko Reguler Sales, serta 1 Posko Digital Sales di TikTok yang melayani berbagai penawaran khusus bagi pelanggan.

“Kedepan kami akan terus meningkatkan Quality of Service (QoS) agar layanan digital Telkomsel dapat dinikmati dengan kualitas yang semakin baik oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Nugroho.

Baca juga artikel terkait NATARU atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana