Menuju konten utama

Tawuran di Jasinga Tewaskan 1 Orang, Polres Bogor Usut Tuntas

Kapolres Bogor imbau masyarakat agar menahan diri demi mencegah keributan susulan.

Tawuran di Jasinga Tewaskan 1 Orang, Polres Bogor Usut Tuntas
Ilustrasi Tawuran. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satu orang tewas akibat bentrokan antarwarga di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Minggu (17/8/2025) malam. Korban bernama Sanger, warga Kampung Parung Sapi Kaum, meninggal dunia usai mengalami luka di bagian perut yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan pihaknya akan menindak tegas para pelaku tawuran tersebut.

"Polres Bogor akan mengusut tuntas kasus ini, menangkap para pelaku, dan memproses hukum seadil-adilnya. Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prioritas kami," ujar Wikha melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @kapolresbogor, Senin (18/8/2025).

Keributan ini berawal dari perselisihan antarsuporter pada turnamen sepak bola tingkat RW di Desa Kalongsawah, Jasinga, sejak 26 Juli 2025. Saat itu, suporter Kampung Kalong Dagul dan Kampung Peuteuy sempat terlibat cekcok hingga akhirnya pertandingan dihentikan atas mediasi Polsek Jasinga.

Namun, pada 9 Agustus 2025 turnamen kembali digelar tanpa koordinasi dengan pihak kepolisian. Puncaknya terjadi saat laga final antara tim Kampung Parung Sapi Kaum melawan Kalong Dagul pada 17 Agustus 2025 di lapangan Labora. Seusai pertandingan, rombongan suporter Parung Sapi melakukan pawai motor melewati wilayah Kampung Peuteuy, yang memicu bentrokan dengan warga setempat.

Situasi kian memanas pada malam harinya sekitar pukul 19.00 WIB. Dua kelompok warga, yakni dari Kampung Parung Sapi dan Kampung Peuteuy, terlibat aksi saling serang di Jalan Raya Jasinga. Dalam insiden itu, Sanger mengalami luka parah dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Leuwiliang.

Selain menelan korban jiwa, empat warga Kampung Peuteuy yakni Aril, Idil, Billy, dan Botak mengalami luka akibat lemparan batu maupun senjata tajam.

Wikha menegaskan, Polres Bogor memastikan akan terus mengambil langkah hukum serta menggandeng pemerintah desa untuk mencegah konflik antarwarga maupun suporter di wilayah Bogor.

"Kami mengimbau masyarakat agar menahan diri demi mencegah keributan susulan," tegasnya.

Baca juga artikel terkait POLRES BOGOR atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dwi Aditya Putra