Menuju konten utama

SV Elversberg dan Sebuah Keajaiban Desa Kecil di Bundesliga

SV Elversberg, sebuah klub dari desa berpenduduk 13.078 orang membuat keajaiban promosi ke Bundesliga, kemudian mengalahkan Bayer Leverkusen.

SV Elversberg dan Sebuah Keajaiban Desa Kecil di Bundesliga
Desa Spiesen-Elversberg 2. FOTO/Wikipedia
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Saat SV Elversberg menjamu Bayer Leverkusen di pekan pertama Bundesliga 2026/2027, 9.307 penduduk desa berkumpul di Waldstadion an der Kaiserlinde, Spiesen-Elversberg, Jerman. Mereka menikmati momen bersejarah klub tersebut untuk pertama kalinya tampil di divisi tertinggi sepak bola Jerman.

Elversberg merupakan desa di negara bagian Saarland, Jerman. Lokasinya berada di Wilayah Jerman yang berbatasan dengan Prancis. Menurut estimasi jarak tempuh di Google Maps, hanya dibutuhkan 30 menit perjalanan darat untuk tiba di perbatasan Prancis.

Menurut catatan badan statistik pemerintah Jerman, Elversberg memiliki populasi 13.078 jiwa. Artinya, saat laga Elversberg vs Bayer Leverkusen digelar pada pekan pertama Bundesliga 2026/2027, hampir sepertiga penduduknya berkumpul di stadion.

Walau memiliki penduduk kurang dari 15.000 jiwa, tetapi SV Elversberg mampu membuat sesuatu yang disebut Bild sebagai keajaiban desa kecil. SV Elversberg berhasil memulai Bundesliga 2026/2027 dengan kemenangan 3-2 atas Bayer Leverkusen, salah satu tim terkuat di Jerman saat ini.

Debut Bundesliga yang Ajaib dari SV Elversberg

SV Elversberg merupakan klub sepak bola yang didirikan pada tahun 1907 di Spiesen Elversberg, sebuah desa yang berada di negara bagian Saarland. Prestasi mereka di sepak bola Jerman tidaklah istimewa. Lebih dari 1 abad, mereka habiskan bermain di divisi regional.

Baru di musim 2022/2023 klub yang berada di negara bagian Saarland, Jerman ini menjuarai Bundesliga 3 dan promosi ke Bundesliga 2. Setelah 3 musim di divisi 2 liga Jerman, Elversberg mencatat sejarah pertama kali promosi ke Bundesliga di akhir musim 2025/2026.

Mayoritas pemain Elversberg musim ini merupakan debutan di Bundesliga. Praktis, hanya Lukas Petkov, Luca Pfeiffer, Maximilian Rohr, dan Lasse Gunther yang pernah bermain di klub-klub papan tengah Bundesliga.

SV Elversberg

Para pemain Elversberg memberikan tepuk tangan kepada para penggemar mereka usai pertandingan sepak bola divisi pertama Liga Jerman (Bundesliga) antara SV Elversberg dan Bayer 04 Leverkusen di Ursapharm Arena, Spiesen-Elversberg, Jerman bagian selatan, pada 29 Agustus 2026. (Foto oleh Andreas Schlichter / AFP)

Kendati minim pengalaman, semangat juang pemain yang mewakili 13 ribuan rakyat desa Speisen-Elversberg sangat besar. Mereka membuat juara Bundesliga 2023/2024, Bayer Leverkusen nyaris tidak berkutik di Waldstadion an der Kaiserlinde.

Di stadion yang masih dalam penyelesaian konstruksi penambahan kapasitas menjadi 15.000 penonton, Bayer Leverkusen kalah dengan skor 3-2 dari tuan rumah SV Elversberg di laga pertama Bundesliga 2026/2027. Bahkan, Elversberg mampu unggul 3 gol lebih dulu di babak pertama, sebelum Bayer Leverkusen membalasnya di babak ke-2.

Kemenangan atas Bayer Leverkusen pun tidak dipungkiri merupakan sebuah keajaiban. Vincent Wagner, pelatih SV Elversberg menyebut keberhasilan mereka promosi ke Bundesliga, ibarat pendaratan manusia pertama di bulan, dan mengalahkan Bayer Leverkusen telah melampaui keajaiban itu.

"Bisa bermain di Bundesliga, ibarat mendarat ke Bulan. Misi kami selanjutnya adalah mendarat di Mars, yang bisa kami wujudkan dengan bertahan di Bundesliga pada akhir musim," tutur Vincent Wagner.

Walaupun hasil di pertandingan pertama belum menggambarkan perjalanan Elversberg, setidaknya mereka memiliki keyakinan bisa membuat keajaiban. Hal itu pun bakal diuji di pekan-pekan berikutnya, dimulai dengan laga tandang ke Borussia Moncehngladbach.

Stadion Waldstadion an der Kaiserlinde

Stadion Waldstadion an der Kaiserlinde. FOTO/Wikimedia Commons

Seluruh Penduduk Desa Berkumpul di Waldstadion an der Kaiserlinde

SV Elversberg saat ini menggunakan Waldastadion an der Kaiserlinde, di Spiesen-Elversberg, Saarland, Jerman. Stadion yang memiliki kapasitas 10.000 penonton itu masih dalam tahap penambahan kapasitas menjadi 15.000 untuk memenuhi syarat minimal dari Bundesliga.

Walau belum selesai, Bundesliga memberikan kelonggaran kepada SV Elversberg tetap menggunakan Waldastadion an der Kaiserlinde. Jika pembangunannya rampung, satu hal menarik bisa saja terjadi di Spiesen-Elversberg yakni semua orang di sana berkumpul di stadion, jalanan menjadi lengang di setiap SV Elversberg bertanding.

Bahkan, Thomas Hayo, seorang Direktur Kreatif dan Fesyen yang bekerja di Amerika Serikat mengaku tertarik untuk sesekali pulang ke Jerman, demi menonton SV Elversberg. Thomas Hayo sendiri juga berasal dari Saarland, tetapi berada di desa tetangga Spiesen-Elversberg bernama Neunkirchen.

Kepada Bild, Thomas Hayo mengatakan bakal sesekali mampir ke Spiesen-Elversberg untuk menonton pertandingan Bundesliga yang dimainkan SV Elversberg. Walau tidak berkecimpung di dunia sepak bola atau olahraga, keajaiban yang dilakukan sebuah klub dari desa kecil di Jerman itu bisa menginspirasi banyak hal.

Baca juga artikel terkait BUNDESLIGA atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Sepakbola
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Iswara N Raditya