tirto.id - Jamal Musiala mengalami kolaps untuk kedua kalinya dalam 2 laga beruntun Bayern Munchen yang cuma berbeda 4 hari. Apa yang terjadi pada sang wonderkid Jerman? Bagaimana pengaruh absence seizure untuk karier Musiala yang saat ini baru 23 tahun?
Dalam laga uji coba Heidenheim vs Bayern Munchen yang berlangsung pada Selasa (18/8/2026) waktu Jerman di Voith-Arena, Jamal Musiala mengalami kolaps. Ini adalah kejadian kedua beruntun untuk sang gelandang yang sebelumnya juga mengalami hal serupa saat Die Roten jumpa RB Leipzig.
Kekhawatiran publik akan kondisi kesehatan Jamal Musiala mengemuka. Apalagi, pada masa lalu, meski dalam konteks yang berbeda, ada kejadian yang dialami nama-nama seperti Marc Vivien-Foe hingga Christian Eriksen.
Kronologi Jamal Musiala 2 Kali Kolaps dalam 4 Hari
Kejadian pertama kala Jamal Musiala mengalami kolaps di lapangan adalah dalam laga Bayern Munchen kontra RB Leipzig di Allianz Arena pada Sabtu (15/8) malam. Kala itu, Musiala bertindak sebagai pemain pengganti menggantikan Arijon Ibrahimovic pada menit ke-69.
Di menit ke-81, Jamal Musiala sempat membawa timnya unggul 3-1 dengan golnya. Akan tetapi, dua menit berselang, pemain berusia 23 tahun ini tiba-tiba hilang keseimbangan hingga ambruk di lapangan. Musiala jatuh tanpa ada benturan maupun tekel dari pemain lawan.
Saat keseimbangan sang gelandang mulai goyah, rekan setimnya, Ismael Saibari, sigap menahan tubuhnya agar tak membentur tanah secara langsung, disusul Joshua Kimmich dan tim medis yang memberikan pertolongan darurat di lapangan.
Setelah mendapatkan perawatan, Musiala kembali tersadar. Ia kemudian berjalan keluar untuk ditangani lebih intensif oleh tim medis.
Tiga hari berselang, Bayern Munchen kembali melakoni friendly match. Kali ini ke markas Heidenheim Selasa (18/8/2026) di Voith-Arena. Dalam laga ini, Jamal Musiala dimasukkan Vincent Kompany pada menit ke-60 menggantikan Ismael Saibari.
Akan tetapi, enam menit setelah berada di atas lapangan, Musiala tiba-tiba hilang keseimbangan, lalu tersungkur tanpa adanya kontak fisik pemain lawan. Sonta para penggawa Bayern mengelilingi Musiala, disusul tim medis yang bergegas masuk ke dalam lapangan untuk memberikan pertolongan darurat.
Tak lama setelah dirawat, Musiala kembali sadar dan mampu berjalan keluar lapangan didampingi staf medis. Ia kemudian digantikan oleh Baro Sapoko Ndiaye.

Klarifikasi Musiala & Penjelasan Medis "Disfungsi Neurologis"
Selepas mengalami kolaps untuk kedua kalinya dalam dua laga beruntun, Jamal Musiala memberikan klarifikasi terkait penyakit yang diduga jadi penyebab hal tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @jamalmusiala10, pemain berusia 23 tahun ini mengabarkan bahwa kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Musiala juga membeberkan bahwa ia didiagnosis mengalami absence seizures alias kejang absans yang disebabkan oleh gangguan saraf.
"Saya didiagnosis mengidap kejang absans singkat dan sementara, namun dapat diobati, yang dipicu oleh disfungsi neurologis. Hal inilah yang menyebabkan insiden baru-baru ini, seperti pada laga melawan Leipzig dan Heidenheim," tulis Musiala pada Rabu (19/8).
Meski demikian, Musiala juga menegaskan bahwa kondisi neurologis yang dialaminya itu bersifat sementara. Menurutnya, penyakitnya dapat diobati dan tidak menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.
"Hal yang penting adalah tidak ada risiko kesehatan tambahan," tambah Musiala.
Kejang absans yang dialami Jamal Musiala ini disebabkan oleh disfungsi neurologis atau gangguan fungsi saraf di otak. Kondisi ini bisa terjadi dipicu oleh aktivitas listrik di otak yang tiba-tiba terganggu dan tidak normal. Alhasil, pengiriman sinyal antarsel saraf pun ikut terganggu dalam waktu singkat.
Mengutip situs Spero Clinic, disfungsi neurologis dapat merujuk pada kondisi yang mempengaruhi kerja sistem saraf. Kebanyakan, kondisi ini bisa muncul terkaitadanya kerusakan atau gangguan pada sistem saraf, terutama saraf otak dan sumsum tulang belakang.
Disfungsi neurologis memiliki kondisi dan gejala yang sangat beragam karena berakar pada gangguan sistem saraf, pusat kendali seluruh fungsi tubuh. Dampaknya bisa bersifat lokal (hanya menyerang satu bagian tubuh) atau menyeluruh, tergantung jenis disfungsinya. Kemunculan gejalanya pun bervariasi, ada yang hilang-timbul seperti migrain, hingga yang berat dan permanen seperti pada Alzheimer atau Parkinson.
Laporan Maryland Neuromuscular Center mencatat bahwa disfungsi neurologis dipicu oleh cedera otak traumatis, penyakit neurodegeneratif, kondisi autoimun, atau infeksi jangka panjang. Faktor-faktor ini menyebabkan kerusakan struktural, ketidakseimbangan kimiawi, atau gangguan jalur sinyal saraf. Akibatnya, timbul gejala yang beragam. Di antaranya kelelahan hebat, kelemahan otot, gangguan sensorik, hingga penurunan kognitif serta perubahan suasana hati yang mendadak.
Periode Absence Seizure berlangsung sekitar 3 hingga 15 detik yang memengaruhi 6 sampai 8 dari 100.000 anak di bawah 15 tahun, meski bisa juga dialami orang dewasa. Tanpa peringatan, penderita akan mendadak menatap kosong, linglung, hingga kehilangan kesadaran dan keseimbangan.
Jejak Karier Musiala yang Mengilap Pada Usia 23 Tahun
Jamal Musiala yang lahir di Stuttgart, Jerman, 26 Februari 2003, sudah mencatatkan prestasi tinggi meski baru berusia 23 tahun. Dengan posisi gelandang serang atau pemain sayap, ia memiliki tinggi cukup ideal, 184 cm.
Di level junir, Musiala memperkuat klub asal Jerman, TSV Lehnerz pada 2011. Ia kemudian menyeberang ke tanah Inggris, tepatnya ke tim muda Chelsea pada periode 2011-2019.
Dari sinilah Musiala memperkuat Timnas Inggris usia muda. Performanya pun mengesankan.. Dari total 21 penampilannya bersama Timnas Inggris U15, U16, U17, serta U21, sang winger mampu melesakkan total 9 gol.
Meskipun membela Inggris di level junior, Musiala berpindah kewarganegaraan. Pada 24 Februari 2021, ia memutuskan untuk mewakili negara kelahirannya, Jerman. Keputusannya itu ia ambil tak lama setelah Musiala dipinang klub raksasa Liga Jerman, Bayern Munchen, saat usianya masih 17 tahun. Dalam 10 pertandingan pertama, ia menyumbangkan 2 gol.
Nama Jamal Musiala kian melejit saat ia terpilih dalam skuad Jerman untuk Euro 2020. Secara keseluruhan, hingga saat ini, sang winger mencatatkan 42 penampilan internasional dan 9 gol. Sementara itu, di level klub, sejak berseragam Die Roten pada 2019, hingga kini Musiala telah mencatatkan total 231 penampilan di semua ajang kompetisi dan melesakkan 69 gol.
Jika bicara gelar kolektif, Jamal Musiala sudah mendapatkan total 6 gelar Bundesliga untuk Bayern Munchen. Ia juga membawa 1 trofi DFB Pokal, 3 DFL Super Cup, 1 UCL, 1 Super Cup, dan 1 Piala Dunia antarKlub.
Untuk gelar individual, Jamal Musiala masuk dalam Bundesliga Team of The Season dalam 3 musim beruntun sejak 2022/23 hingga 2024/25. Ia juga masuk World Team versi IFFHS untuk kategori U20 dari 2021 hingga 2023.
Kasus Langka Jamal Musiala dan Pelajaran Berharga Sepak Bola
Kejadian yang menimpa Jamal Musiala tergolong kasus disfungsi neurologis yang langka. Pemicu utamanya adalah gangguan sistem saraf. Meski sempat mengalami kejang dua kali beruntun dalam jeda hanya beberapa hari, Musiala menegaskan bahwa kondisinya dapat diobati (treatable). Ia optimistis dapat terus merumput secara aman di bawah pengawasan ketat tim ahli saraf.
Keadaan Musiala tersebut berbeda dari mayoritas insiden kolaps di lapangan yang umumnya dipicu oleh henti jantung (cardiac arrest). Sebagai contoh, yang dialami Christian Eriksen di Euro 2020. Ketika itu, berkat tindakan darurat yang tepat saat mengalami serangan jantung, Eriksen berhasil diselamatkan dan bahkan mampu melanjutkan kariernya di level tertinggi. Di sisi lain, sejarah mencatat tragedi meninggalnya Marc-Vivien Foé pada 2003 silam yang akhirnya menjadi titik balik bagi FIFA untuk memperketat standar dan protokol medis darurat di dunia sepak bola hingga saat ini.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































