tirto.id - Tim gabungan dari Ditpolairud Polda Sumsel dan PSDKP terpaksa mengevakuasi bangkai paus yang terjepit di kolong rumah warga Sungsang IV, Banyuasin, dengan cara dipotong-potong, Rabu (1/7/2026). Langkah tersebut diambil karena ukuran satwa yang besar menyulitkan proses penarikan di tengah sempitnya permukiman.
Selain mengevakuasi mamalia laut raksasa, tim gabungan juga memperbaiki tiang rumah warga yang patah akibat dihantam paus dengan panjang 13 meter dan lebar 1,5 meter itu.
Awalnya tim mengevakuasi paus tersebut dengan cara ditarik dengan tali. Namun badan bangkai paus tersangkut di tiang. Sempitnya medan serta perubahan pasang surut air membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit. Akhirnya, dilakukan pemotongan terhadap badan paus menjadi beberapa bagian.
Dirpolairud Polda Sumsel, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, mengungkapkan, cara itu diambil berdasarkan kesepakatan beberapa instansi terkait sesuai ketentuan konservasi satwa liar. Evakuasi segera dilakukan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan dan pencemaran lingkungan di sekitar.
"Sudah dievakuasi dengan cara dipotong-potong. Sudah juga dipindahkan ke tempat yang aman," ungkap Heru, pada Rabu (1/7/2026).
Dalam penyelidikan, polisi tidak menemukan adanya unsur tindak pidana maupun dugaan perburuan satwa terhadap paus tersebut. Kejadian ini merupakan fenomena alam dan tidak ada campur tangan manusia.
Dari informasi, warga sempat mengevakuasi ketika paus itu pertama kali terdampar. Kondisi air laut yang masih pasang menyebabkan paus beberapa kali bergerak dan berontak sehingga posisinya semakin masuk ke area permukiman.
Tubuh paus bergeser hingga menghantam dan mematahkan salah satu tiang penyangga rumah warga sebelum akhirnya terjepit di antara fondasi bangunan. Ketika air laut mulai surut, ruang gerak satwa semakin terbatas dan upaya mengembalikannya ke laut tidak dapat dilakukan secara optimal.
"Karena kondisi air surut, paus itu mati di antara tiang rumah warga," kata Heru.
Diberitakan sebelumnya, seekor paus biru ditemukan mati yang membuat warga Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Banyuasin, Sumsel, heboh. Paus itu diduga terbawa gelombang air laut lalu terdampar dan terjepit di kolong rumah warga.
Paus tersebut ditemukan warga saat air sungai surut, Senin (29/6/2026) pukul 21.30 WIB. Kondisinya terjepit di antara tiang rumah panggung milik warga dan sulit dievakuasi.
Penemuan mamalia laut berukuran besar tersebut membuat warga sekitar berduyun-duyun datang ke lokasi. Mereka ingin melihat secara langsung bentuk paus yang diperkirakan berbobot 2 ton itu.
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































