Menuju konten utama

Sugiono Ungkap Prabowo Belanja Alutsista RI dari Prancis

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan, proses pembelian alat-alat pertahanan tersebut telah melalui proses panjang.

Sugiono Ungkap Prabowo Belanja Alutsista RI dari Prancis
Menteri Luar Negeri Sugiono menjawab pertanyaan wartawan di ruang Wartawan, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.

tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan, dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu yang lalu, Indonesia sudah sepakat untuk membeli alat-alat pertahanan dari negara tersebut.

Meski begitu, ia enggan memperinci apa saja alat-alat pertahanan yang dibeli Indonesia dan berapa nilai dari kesepakatan tersebut.

“Detailnya saya kira tanyakan ke Kemhan (Kementerian Pertahanan),” kata dia dalam wawancara cegat, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Sugiono menjelaskan, kesepakatan pembelian alutsista ini pada dasarnya sudah dimulai sejak Presiden Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Sehingga, proses pembelian alat-alat pertahanan tersebut tidak dilakukan begitu saja dan telah melalui proses panjang.

“Itu yang selalu diingatkan oleh Bapak Presiden bahwa yang namanya alutsista itu kita nggak bisa beli kayak beli barang di supermarket. Begitu kita butuh, kita ingin punya, itu nggak bisa. Jadi, prosesnya itu panjang,” ujar Sugiono.

Ia mencontohkan, untuk pengadaan jet tempur Rafale, pesawat tempur generasi 4.5 omnirole bermesin ganda buatan Dassault Aviation, Prancis dibutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun.

Selain itu, pengadaan alutsista juga dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dunia yang dipenuhi ketidakpastian, sehingga konflik bisa terjadi sewaktu-waktu karena berbagai alasan.

“Kita harus juga bisa menempatkan diri sebagai bangsa yang kuat secara ekonomi, kuat juga secara pertahanan,” tutur dia.

Dalam hal lawatan Prabowo ke Paris lalu, Rafale menjadi salah satu yang masuk dalam paket pengadaan alutsista yang dibicarakan Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Meski begitu, jumlah persis berapa Rafale yang bakal dikirim ke Indonesia hanya akan diungkapkan nanti oleh Kementerian Pertahanan.

“Saya kira itu semuanya (termasuk pembelian Rafale) kan dalam satu paket, yang waktu itu sudah dibicarakan. Saya jumlahnya persisnya (tidak tahu), tanyakan lagi ke Kemhan,” pungkas Sugiono.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana