Menuju konten utama

Strategi Kemenperin Untuk Capai Indonesia Kiblat Mode Muslim 2020

"kita mau satukan suara," kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Strategi Kemenperin Untuk Capai Indonesia Kiblat Mode Muslim 2020
Jakarta Fashion Week 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

tirto.id - Indonesia bercita-cita menjadi kiblat mode muslim dunia pada 2020. Terkait hal ini Kementerian Perindustrian berupaya mewujudkannya dengan mulai menyeragamkan suara para pemangku kepentingan industri mode.

"Kami sekarang lagi penjajakan, koordinasi dengan asosiasi untuk wujudkan itu. Artinya, kita mau satukan suara," kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (28/3/2018) sebagaimana diberitakan Antara.

Gati menyatakan asosiasi dari berbagai sektor usaha seperti IKM pakaian, aksesori, sepatu hingga tas akan dikumpulkan untuk membangun dan mewujudkan cita-cita industri mode Indonesia tersebut. Tidak hanya pakaian, Gati menambahkan bahwa produk mode lainnya seperti sepatu, tas, tata rias juga perlu mendukung untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Menurutnya, untuk menjadi kiblat mode muslim dunia, ekspor produk muslim Indonesia harus menjadi yang tertinggi di dunia.

Sayangnya, kode Harmonized System (HS) produk fashion tidak berbeda dengan produk non muslim saat diekspor.

"Nah ini dia, kami ingin usulkan pemisahan HS untuk produk fashion muslim untuk mengetahui nilai ekspornya. Sekarang kan ekspor kita dinilai di bawah Bangladesh, Pakistan dan negara lain, padahal tidak juga," ujar Gati.

Namun, apabila pemisahan HS tidak berhasil dilakukan, lanjut Gati, maka perhitungannya akan kembali digabung dengan mode non muslim.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sangat berpotensi menguasai industri fesyen muslim dunia.

Airlangga juga mengapresiasi ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 yang menyediakan aula khusus untuk produk mode muslim.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada APPMI, karena pada event pameran ini terdapat 1 hall khusus untuk fesyen muslim. Hal ini tentu sebagai salah satu bentuk upaya dari APPMI untuk turut serta dalam mewujudkan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia,” ungkapnya.

Indonesia juga merupakan satu dari lima besar negara anggota Organisasi Kerjasama negara Islam (OKI) sebagai pengekspor fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan. Sehingga, sangat layak bagi Indonesia untuk dapat menjadi kiblat fesyen muslim di dunia pada tahun 2020.

Baca juga artikel terkait FASHION

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani