Menuju konten utama

Status Terkini Gunung Merapi, Aktivitas, & Potensi Bencana

Status terkini Gunung Merapi hari ini, Minggu, 19 Oktober 2025. Cek aktivitas vulkanik dan potensi bencana.

Status Terkini Gunung Merapi, Aktivitas, & Potensi Bencana
Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU

tirto.id - Status terkini Gunung Merapi hari ini, Minggu, 19 Oktober 2025, bisa dipantau masyarakat, termasuk informasi aktivitas vulkanik dan potensi bencana.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan status Gunung Merapi hari ini pada Level III (Siaga).

Selama periode hari Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 00:00-06:00 WIB, Gunung Merapi hari ini mengamali 4 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih. Jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter.

Potensi bahaya Gunung Merapi hari ini adalah guguran lava dan awan panas di Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Status Gunung Merapi Hari Ini

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, aktivitas Gunung Merapi hari ini dalam situasi tertutup Kabut 0-I hingga 0-II.

Selama hari Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 00:00-06:00 WIB, asap kawah utama Gunung Merapi berwarna putih.

Intensitas tebal tinggi sekitar 300 meter dari puncak. Cuaca Gunung Merapi hari ini dalam kondisi mendung. Angin tenang ke arah barat.

Laman MAGMA Indonesia juga menyebutkan suhu udara Gunung Merapi hari ini adalah sekitar 18.1-20.7°C. Kelembaban 89.7-90.4% dengan tekanan udara 869.7-913 mmHg.

Sementara terkait hasil pengamatan kegempaan selama periode yang sama, Gunung Merapi hari ini terjadi 22 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-25 mm. Lama gempa mencapai 52.42-162.96 detik.

Tak hanya itu, berita Gunung Merapi hari ini juga terjadi 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-24 mm dan S-P 0.3-0.5 detik. Lama gempa adalah 12.31-50.59 detik.

Potensi bahaya Gunung Merapi hari ini ialah guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Wilayahnya terdiri dari Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km ditambah Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sedangkan sektor tenggara mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Kemudian lontaran material vulkanik bisa menjangkau radius 3 km dari puncak andai muncul letusan eksplosif.

Suplai magma Gunung Merapi

Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

Simak daftar rekomendasi terkait aktivitas Gunung Merapi hari ini selama periode hari Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 00:00-06:00 WIB, sebagaimana diwartakan laman MAGMA Indonesia:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Edusains
Penulis: Beni Jo
Editor: Yantina Debora