tirto.id - Update status Gunung Merapi hari ini Selasa, 14 Oktober 2025, terjadi 10 kali gempa Guguran dan 21 kali gempa Hybrid dengan lama yang berbeda. Suplai magma Gunung Merapi juga masih berlangsung dan bisa memicu awan panas guguran di dalam area potensi bahaya.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), update status Gunung Merapi hari ini masih dalam kondisi Level III alias Siaga.
Wilayah Gunung Merapi terletak di Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Magelang, Boyolali, serta Klaten (Jawa Tengah).
Daftar rekomendasi terkait update kondisi Gunung Merapi dapat menjadi panduan masyarakat dalam menghadapi aktivitas Merapi hari ini.
Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini & Daftar Rekomendasi
Laporan laman resmi MAGMA Indonesia Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tentang status Gunung Merapi hari ini menyebutkan bahwa teramati terjadi 4 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.
Sesuai hasil pengamatan selama hari Selasa, 14 Oktober 2025, periode pukul 00.00-06.00 WIB, kondisi Gunung Merapi terlihat jelas.
Kemudian terdapat asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Cuaca juga cerah dengan angin tenang ke arah timur.
Selama periode yang sama, MAGMA Indonesia menyebutkan suhu udara Gunung Merapi hari ini adalah sekitar 17.5-20°C. Angka kelembaban 93-95.6% serta tekanan udara 872.7-916 mmHg.
Mengenai pengamatan kegempaan Gunung Merapi hari ini, terjadi 10 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-12 mm. Lama gempa adalah 73.12-169.75 detik.
Selain itu, update status Gunung Merapi hari ini lainnya adalah terjadi 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-27 mm. S-P tidak teramati dan lama gempa 14.1-53.79 detik.
Daftar rekomendasi menyikapi kondisi dan aktivitas Gunung Merapi hari ini adalah potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.
Di antaranya Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Lalu sektor tenggara mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Lontaran material vulkanik andai terdapat letusan eksplosif bisa mencapai radius 3 km dari puncak.
Masyarakat juga diminta untuk tetap mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) ketika hujan di sekitar Gunung Merapi.
Berikut merupakan hasil pengamanatan kegempaan Gunung Merapi hari ini, Selasa, 14 Oktober 2025, selama periode pukul 00.00-06.00 WIB, berdasarkan laporan laman MAGMA Indonesia:
- 10 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan lama gempa 73.12-169.75 detik.
- 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-27 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 14.1-53.79 detik
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





































