tirto.id - Fardy Bachdim, sosok kakak Irfan Bachdim, dikabarkan terseret kasus pasporgate para pemain diaspora Timnas Indonesia di Liga Belanda. Siapa Fardy Bachdim dan apakah ia benar terlibat dalam masalah ini?
Fardy Bachdim merupakan kakak kandung mantan pemain Timnas Indonesia yakni Irfan Bachdim. Namanya memang tidak terlalu dikenal pada awalnya. Namun sejak program naturalisasi pemain gencar dilakukan PSSI, Fardy Bachdim kerap muncul dalam prosesnya.
Pria asal Mijdrecht, Belanda, punya peran krusial dalam proses naturalisasi beberapa pemain Timnas Indonesia. Ia menjadi jembatan antara PSSI dengan pihak pemain, keluarga, federasi negara asal, dan yang lainnya agar proses berjalan lancar.
Fardy Bachdim diketahui cukup berperan dalam proses naturalisasi beberapa pemain seperti Dean James, Joey Pelupessy, dan yang lainnya. Tidak hanya itu, Fardy juga kerap berada dalam momen penting seperti saat hadir di Belgia ketika Eliano Reijnders dan Mees Hilgers menjalani sumpah.
Maka, ketika ada kasus pasporgate yang sedang terjadi di Liga Belanda, nama Fardy Bachdim ditengarai ikut terlibat. Kasus pasporgate merupakan masalah yang sedang dialami beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia seperti Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (Emmen).
Pemain naturalisasi Timnas Suriname seperti Richonell Margaret yang merupakan rekan setim James juga mengalami masalah pasporgate. Hanya Maarten Paes (Ajax) yang sejauh ini tidak mendapatkan masalah serupa. Sedangkan Mees Hilgers (Twente) bisa saja terkena masalah yang sama andai ia tidak absen lama karena cedera.
Kasus tersebut berkaitan dengan izin kerja para pemain setelah mereka melepas kewarganegaraan Belanda. Negara Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda sehingga para pemain naturalisasi tersebut harus melepas status sebagai Warga Negara Belanda.
Masalahnya adalah terkait kontrak para pemain tersebut di klub masing-masing. Misalnya saja kontrak Dean James yang diteken saat ia masih menjadi Warga Negara Belanda.
Terdapat perbedaan regulasi antara pemain Belanda atau Uni Eropa dengan pemain di luar Uni Eropa yang diterapkan di Liga Belanda. Perbedaan tersebut selain berkaitan dengan izin kerja, juga soal minimal gaji yang bisa diterima sang pemain.
Seharusnya ketika resmi menjadi WNI pada Maret 2025 lalu, James harus mengurus izin kerja agar tetap bisa bermain di Liga Belanda. Namun selama ini mereka ternyata tidak memahami hal tersebut dan membuat James seolah menjadi pemain ilegal dalam setahun belakangan.
Tim NAC Breda menjadi pihak pertama yang melaporkan masalah tersebut kepada KNVB atau PSSI di Belanda. Mereka menyoroti bahwa James tidak memiliki izin kerja di sana karena ia sudah menjadi Warga Negara Indonesia.
Momen tersebut terjadi tidak lama setelah NAC Breda dihajar Go Ahead Eagles 6-0 pada 15 Maret 2026 lalu. Saat itu James bermain selama 75 menit sebelum digantikan Eus Waayers sedangkan Margaret tidak bermain sama sekali.
NAC Breda yang sedang ada di zona degradasi tentu mencari celah dari kasus tersebut. Mereka berharap hasil laga bisa dibatalkan, digelar ulang, atau bahkan 3 poin menjadi milik mereka.
Masalah tersebut pada akhirnya menjadi bahasan serius di Liga Belanda. Masing-masing klub dari James, Hubner, Tjoe-A-On, dan Geypens bahkan belum mau memainkan mereka demi menghindari potensi hukuman sebelum ada kejelasan terkait aturan tersebut.
Go Ahead Eagles sendiri telah memberikan update bahwa mereka tidak akan terkena hukuman terkait kasus James dalam laga melawan NAC Breda. Bahkan, James dan Margaret bisa segera kembali bermain. Harapannya, hal yang sama bisa dialami Hubner, Tjoe-A-On, dan Geypens.
"Jaksa independen untuk sepak bola profesional KNVB telah menyelesaikan penyelidikan terkait kelayakan pemain Go Ahead Eagles, Dean James. Jaksa tidak bertugas menentukan kewarganegaraan seseorang. Namun demikian berdasarkan informasi yang diterima, dapat dipastikan bahwa sang pemain otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada Maret 2025, sehingga ia tidak memenuhi syarat yang berlaku," demikian pernyataan resmi di website Go Ahead Eagles.
"Jaksa penuntut memutuskan untuk tidak mengambil hukuman. Hal ini disebabkan fakta bahwa pemain maupun klub tidak menyadari adanya konsekuensi otomatis terkait masalah tersebut," lanjutnya.
Fardy Bachdim juga diketahui berperan sebagai agen beberapa pemain naturalisasi seperti Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Jens Raven. Mereka semua tergabung dalam agensi Prime11 yang juga menaungi beberapa pemain seperti Jordy Clasie (AZ Alkmaar), Hidde ter Avest (Oxford United), Mauresmo Hinoke (TOP Oss), dan yang lainnya.
Maka, tidak heran jika Fardy Bachdim juga sempat menuai cibiran karena para kliennya kini bermain di Super League. Struick dan Jenner saat ini bermain di Dewa United sedangkan Raven di Bali United.
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id



























