tirto.id - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam, mendorong polisi untuk dapat menikmati kritik yang disampaikan masyarakat lewat kesenian.
Hal ini merespons soal penarikan lagu berjudul "Cita-citaku (Gak Jadi Polisi)" karya artis cilik Gandhi Sehat, dari peredaran.
"Kita mendorong agar polisi dalam menikmati kebebasan berkesenian, ya harus menghormati," kata Anam kepada Tirto, Senin (16/2/2026).
Anam menyebut tak bisa menduga alasan sebenarnya dari ditariknya lagu tersebut dari peredaran. Kata Anam, asalan yang telah disampaikan oleh pihak Gandhi harus dihormati.
Diketahui, melalui sosial medianya, pihak Gandhi menyatakan bahwa lagu ini ditarik tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Katanya, hal ini dilakukan lantaran timbulnya dinamika di masyarakat.
Di samping itu, Anam mengatakan, kritik yang disampaikan melalui eskpresi seni merupakan bagian dari peradaban. Kata Anam, peradaban yang baik adalah yang demokrasinya baik.
Dia menilai, saat ini para polisi telah mendapat banyak pelajaran hingga memiliki pengalaman untuk memberikan kebebasan berekspresi.
"Saya kira budaya menghormati kebebasan berekspresi tumbuh kembang di sana," tutur Anan.
Oleh karena itu, Anam mengatakan usai berbagai dinamika yang dialami oleh pihak kepolisan, maka harus ada dorongan agar dapat menikmati kebebasan berpendapat lewat seni. Kata Anam, kritik merupakan gizi yang baik untuk perubahan sebuah institusi.
Pihak manajemen Gandhi Sehat, melalui akun Instagram @ghandi_sehat menyampaikan bahwa lagu berjudul "Cita-citaku (Gak Jadi Polisi)" ditarik dari peredaran.
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa lagu atau album ini dibuat sebagai karya seni berdasarkan dengan sudut pandang dari anak berumur 6 tahun.
"Saat ini kami telah menghapus seluruh konten dan lagu terkait dari akun serta kanal resmi kami. Perlu kami sampaikan bahwa segala bentuk penyebaran ulang konten atau lagu yang masih beredar di luar kanal resmi kami bukan lagi menjadi tanggung jawab kami," dikutip dari unggahan @ghandi_sehat.
Pihak Gandhi juga meminta kepada para media untuk menarik konten yang berkaitan dengan lagu ini, karena sudah tak lagi menjadi karya seni resmi.
Sebelum menutup pernyataannya, pihak Gandhi menegaskan bahwa keputusan ini diambil tanpa paksaan dari pihak mana pun. Katanya, penarikan ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai kreator, serta untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak dikehendaki.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































