tirto.id - Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Supiturang 02, yang gedung sekolahnya terdampak awan panas Gunung Semeru (APG), kini melanjutkan belajar di SDN Supiturang 01. Meski ruang kelas sementara dan kondisi belum ideal, antusiasme dan semangat belajar mereka tetap luar biasa. Hal ini menjadi bukti bahwa keinginan belajar anak-anak tidak tergoyahkan oleh bencana.
Dikutip dari Antara, SDN 01 Supiturang di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang Lumajang, Jawa Timur, telah menggelar pembelajaran tatap muka pada Senin (24/11/2025). Tampak kegiatan pembelajaran berlangsung menggunakan layar digital pintar.
Sekolah tersebut menampung total 289 siswa dari SDN 04 Supiturang yang masih difungsikan sebagai lokasi pengungsian dan SDN 02 Supiturang yang rusak akibat terdampak erupsi Gunung Semeru.
Dilaporkan, beberapa siswa belum dapat mengikuti pembelajaran tatap muka yang berlangsung di SDN 01 Supiturang. Hal itu karena orang tua mereka masih mengungsi di lokasi jauh. Meski begitu, guru-guru dan pihak sekolah bekerja keras memastikan setiap anak tetap mendapatkan pendidikan berkualitas, menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama meski situasi darurat terjadi.

Pengawas Sekolah Kecamatan Pronojiwo, Nur Zaenab, mengapresiasi ketangguhan anak-anak dan dedikasi guru-guru. Menurutnya, para siswa menunjukkan keberanian dan ketabahan luar biasa. Mereka tetap fokus belajar di tengah keterbatasan ruang kelas sementara.
“Semangat ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga membentuk karakter, disiplin, dan ketahanan mental generasi muda menghadapi tantangan hidup,” ujar Nur dalam keterangannya, Senin pagi (24/11/2025), dikutip dari laman resmi Pemkab Lumajang.
Dikatakan, sekolah berkolaborasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan fasilitas belajar sementara yang aman dan nyaman, termasuk perlengkapan belajar dan protokol keselamatan. Kisah ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, menunjukkan bahwa ketahanan komunitas, semangat belajar, dan dukungan kolektif dapat mengalahkan keterbatasan akibat bencana.
Dengan keteguhan anak-anak dan dukungan guru-guru, pendidikan di Supiturang tetap berjalan, membuktikan bahwa bencana tidak bisa memadamkan semangat belajar dan masa depan generasi muda.
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































