tirto.id - Pemerintah Kabupaten Lumajang (Pemkab) memberikan kenyamanan psikologis kepada warga yang terdampak akibat awan panas guguran (APG) Semeru. Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menekankan kesejahteraan psikologis warga sama pentingnya dengan keselamatan fisik.
“Kami ingin memastikan setiap warga, terutama anak-anak dan lansia, merasa diperhatikan. Kenyamanan psikologis mereka menjadi prioritas kami,” kata Bunda Indah dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian di SDN 4 Supiturang Kecamatan Pronojiwo, mengutip web resmi pemkab Lumajang, Jumat (21/11/2025).
Kenyamanan psikologis itu diberikan Bunda Indah yang turut membantu
memasak makanan siap saji saat mengunjungi lokasi pengungsian warga bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa, Kamis (20/11/2025).
Keduanya tak sekadar memastikan ketersediaan makanan, tetapi membuka komunikasi dan membangun rasa aman bagi pengungsi.
Bunda Indah menegaskan pendekatan humanis ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam penanganan bencana secara menyeluruh. Aspek fisik, logistik, kesehatan, dan psikologis warga ditangani secara terpadu.
“Posko kesehatan, dapur umum, dan bantuan logistik sudah berjalan. Sekarang kami memperkuat sisi psikologis warga, memastikan mereka tetap tenang, merasa diperhatikan, dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah,” tutur Indah.
Langkah-langkah ini terbukti langsung berdampak pada stabilitas emosi warga, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan rasa aman di tengah kondisi pasca-erupsi. Anak-anak dapat bermain dan belajar, lansia merasa lebih diperhatikan, dan seluruh keluarga merasakan kepedulian pemerintah secara nyata.
Dengan kombinasi dukungan logistik, pelayanan kesehatan, dan pendekatan humanis, Bupati Lumajang itu memastikan penanganan pengungsi Gunung Semeru tidak hanya bersifat prosedural, tetapi menyentuh sisi kemanusiaan warga.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat mengalami gempa erupsi/letusan sebanyak 45 kali selama enam jam, pada Jumat (21/11/2025) pukul 00.00-06.00 WIB.
"Untuk pengamatan kegempaan tercatat 45 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 58-184 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo, dalam laporan tertulisnya, Jumat.
Selain erupsi, Gunung Semeru juga tercatat enam kali gempa guguran dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 40-74 detik. Terjadi pula delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-4 mm dan lama gempa 34-69 detik.
"Semeru juga mengalami lima kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-8 mm, S-P 14-16 detik dan lama gempa 25-53 detik," tuturnya.
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































