Menuju konten utama

Sikap Prabowo soal Konflik Cina-Taiwan: Yakin Beijing Rasional

Prabowo menegaskan Indonesia tetap memegang teguh prinsip Kebijakan Satu Tiongkok dalam memandang hubungan antara Beijing dan Taipei.

Sikap Prabowo soal Konflik Cina-Taiwan: Yakin Beijing Rasional
Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam kunjungannya di SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). ANTARA/HO-tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan pandangannya terkait potensi eskalasi di Selat Taiwan yang menjadi salah satu titik api paling berbahaya dalam geopolitik dunia saat ini.

Prabowo menegaskan Indonesia tetap memegang teguh prinsip Kebijakan Satu Tiongkok dalam memandang hubungan antara Beijing dan Taipei.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Prancis, The Atlantico, Prabowo menyampaikan keyakinan bahwa Beijing akan tetap mengedepankan pendekatan yang terukur guna menghindari konflik terbuka yang dapat merusak tatanan global.

"Saya telah menyatakannya secara terbuka, dan saya ulangi di sini: Indonesia mendukung Kebijakan Satu Tiongkok, dan kami percaya Beijing telah—dan akan tetap—sangat rasional mengenai Taiwan," ujar Prabowo dalam artikel wawancara yang dikutip, Senin (8/6/2026).

Terkait pergeseran aliansi global, terutama menguatnya poros Moskow dan Beijing pasca-invasi ke Ukraina, Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjaga independensi kebijakan luar negerinya.

Ia menekankan Indonesia menghormati kedaulatan dan cara pandang setiap negara dalam mengelola kepentingan nasional mereka.

"Kami tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain. Kami percaya Moskow dan Beijing adalah aktor rasional yang mementingkan kepentingan rakyat mereka di atas segalanya, dan bahwa kepentingan utama mereka adalah untuk memastikan perdamaian dan kebebasan yang langgeng," tegas Prabowo.

Prabowo juga menyoroti bahwa ketergantungan ekonomi global terhadap Asia Tenggara—khususnya terkait mineral strategis dan kemampuan industri—menjadikan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik sebagai kepentingan bersama yang tidak bisa ditawar.

Ia berharap dinamika hubungan antara kekuatan besar, termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat, tetap berada dalam jalur kerja sama yang harmonis.

"Saya percaya dunia akan lebih makmur jika kedua kekuatan besar itu bekerja sama secara harmonis. Sebaliknya akan terjadi jika mereka saling berhadapan. Baik Tiongkok maupun Amerika Serikat membutuhkan mineral strategis dan kemampuan industri Asia Tenggara," terang Prabowo.

Sebagai informasi, wawancara di atas dilakukan oleh Jean-Sebastien Ferjou, direktur pemberitaan The Atlantico, yang kemudian diterbitkan dalam artikel dengan judul, “Prabowo Subianto: Seni Menjaga Keseimbangan di Tengah Dunia yang Membara”.

The Atlantico adalah media yang juga dimiliki Lucian Despoiu, sosok konsultan komunikasi asal Rumania yang cukup dekat dengan Presiden Prabowo. Majalah Le Point menyebutkan bahwa Lucian sebagai salah satu perancang kesuksesan kampanye Prabowo dalam Pemilu Presiden 2024.

Baca juga artikel terkait KONFLIK CINA-TAIWAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama