Menuju konten utama

Cina Kirim 100 Kapal ke Perairan Asia Timur, Ada Apa?

Cina mengirimkan 100 kapal menuju perairan Asia Timur yang menimbulkan risiko keamanan bagi negara-negara kawasan. Apakah unjuk gigi ke Jepang & Taiwan?

Cina Kirim 100 Kapal ke Perairan Asia Timur, Ada Apa?
Liaoning, kapal induk pertama China, berlayar ke Hong Kong untuk panggilan pelabuhan, Jumat, 7 Juli 2017 untuk merayakan ulang tahun ke-20 kehadiran garnisun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di China semi-otonom kota dan bekas koloni Inggris. (AP Photo/Kin Cheung)

tirto.id - Cina mengirimkan 100 lebih kapal angkatan laut dan penjaga pantai di perairan Asia Timur. Pengerahan tersebut di tengah krisis diplomatik Cina dengan Jepang terkait Taiwan. Kapal-kapal ini berkumpul untuk sekadar latihan, ataukah unjuk kekuatan maritim?

Tujuan keberadaan kapal-kapal ini masih menjadi misteri. Mengutip Reuters, pihak Beijing belum mengumumkan secara resmi terkait pengerahan 100 kapal tersebut.

Kendati demikian, Cina saat ini berada di masa yang biasanya sibuk dengan latihan militer. Di sisi lain, perseteruan Cina dengan Jepang dan Taiwan belakangan ini mungkin juga sebagai pemicu.

Pengerahan Kapal Cina Menimbulkan Risiko Keamanan Kawasan

Menurut sumber pejabat keamanan yang dirahasiakan, Beijing mulai mengirim kapal lebih banyak dari biasanya menuju perairan Asia Timur setelah 14 November 2025. Kala itu bertepatan dengan pemanggilan duta besar Jepang untuk memprotes pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang terkait Taiwan.

"Ini jauh melampaui kebutuhan pertahanan nasional China dan menciptakan risiko bagi semua pihak," kata pejabat itu.

Ia juga menyebut pengerahan kapal ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk menguji respons dari negara-negara kawasan.

Sementara itu, kapal-kapal Cina berkumpul di perairan sebelah selatan Laut Kuning. Rombongan ini lantas melaju melalui Laut Cina Timur menuju Laut Cina Selatan yang masih menjadi sengketa.

Perjalanan rombongan kapal berlanjut ke Pasifik. Sebuah laporan intelijen dari negara yang namanya dirahasiakan, juga menyebut adanya pengerahan pasukan maritim Cina di sana.

Menurut Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan, Tsai Ming-yen, Cina memiliki empat formasi angkatan laut di Pasifik barat sampai Rabu (3/12/2025). Kamis pagi, jumlah kapal turun menjadi 90 unit lebih.

"Jadi, kami harus mengantisipasi musuh seluas mungkin dan terus mencermati setiap perubahan dalam aktivitas terkait," kata Ming-yen menanggapi kemungkinan Cina menggelar latihan khusus.

Menurut juru bicara kantor kepresidenan, Karen Kuo, Presiden Taiwan Lai Ching-te telah menginstruksikan kementerian pertahanan yang badan-badan keamanan untuk waspada penuh dan memberikan pembaruan informasi tepat waktu.

Terkait Dukungan Jepang untuk Taiwan?

Pengerahan 100 kapal ini berlangsung di tengah terjadinya krisis diplomatik antara Cina dengan Jepang. PM Jepang Sanae Takaichi bulan lalu mengisyaratkan bahwa Tokyo akan merespons dengan mengerahkan militer jika Cina menyerang Taiwan.

Sanae mengungkapkan hal itu depan parlemen pertengahan November. Menurutnya, serangan bersenjata yang dilakukan Cina pada Taiwan merupakan pijakan bagi Jepang untuk mengaktifkan pasukan.

Sanae menyebut pengerahan pasukan bela diri Jepang sebagai konsep "pertahanan kolektif". Hal ini sebagai bentuk dukungan bagi Taiwan yang saat ini diklaim Cina sebagai bagian dari negaranya.

"Jika ada kapal perang dan penggunaan kekuatan, bagaimana pun Anda memikirkannya, itu bisa menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup [Jepang]," kata Takaichi dikutip BBC, Selasa (18/11/2025)

Istilah "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" mengacu pada Undang-Undang Keamanan Jepang tahun 2015. Undang-undang ini menerangkan bahwa pasukan bela diri bisa diaktifkan untuk merespons serangan bersenjata pada negara sekutu yang bisa memunculkan ancaman bagi eksistensi Jepang.

Tak hanya itu, Beijing juga menyatakan kemarahannya bulan lalu ketika Presiden Lai Ching-te menyebut telah mengeluarkan anggaran tambahan 40 juta dolar AS untuk memperkuat pertahanan Taiwan demi melawan Cina.

Di Tokyo, Kepala Sekretariat Kabinet, Minoru Kihara, menahan diri untuk berkomentar lebih jauh tentang laporan pengerahan kapal Cina tersebut.

Mengutip Kyodo News pada Jumat (5/12), Kihara menyebut bahwa pemerintah Jepang "secara berkala mengumpulkan dan menganalisis informasi mengenai langkah-langkah militer Cina dengan perhatian besar".

Temukan berbagai berita internasional di Tirto.id melalui tautan berikut:

Kumpulan berita internasional

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yantina Debora