tirto.id - Pengusaha Amerika Serikat (AS) Tony Robbins tampak dekat dengan Presiden RI Prabowo Subianto beberapa hari lalu. Pada Selasa (2/6/2026), Tony diajak Prabowo ikut makan menu MBG di SMPN 111 Jakarta, Jakarta Barat. Jika ditelisik latar belakangnya, Tony rupanya sosok kondang di AS.
Sebelumnya, Prabowo menceritakan kisah Tony makan menu MBG itu dalam acara yang diselenggarakan untuk 12.000 mitra MBG di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (3/6). Prabowo berujar Tony ikut makan menu MBG dari dapur yang dimiliki Polri.
“Kemarin saya dan Pak Tony Robbins ini kita ikut makan di salah satu sekolah. Dan ini dapur yang salah satu terbaik. Aku makan, saya akui, karena ini apa itu. Dapurnya Polri. Yang agak baik,” tutur Prabowo berkisah.
Dalam kisahnya itu, Prabowo berkelakar bahwa santapan dari dapur MBG milik Polri itu enak, namun “porsinya agak sedikit”. Meski begitu, ia menyatakan bahwa itu situasi yang wajar mengingat hidangan ini dibuat untuk anak usia SMP.
“Hanya kurang banyak. Tapi oke. Ini [untuk] anak-anak SMP. Kalau aku kan makannya lebih banyak,” kata Prabowo.
Terbatasnya porsi itu tampaknya jadi perhatian Prabowo karena membawa serta Tony Robbins dalam kunjungannya. Prabowo berkelakar bahwa ia khawatir Tony yang berbadan besar akan menganggap porsi makanan itu terlalu sedikit untuk ukurannya.
“Pak Tony sama saya makan. Dia gede orangnya kan, dia dalam hati, ‘aduh kasihan anak Indonesia ini’,” lanjutnya.
Tony Robbins juga hadir dalam acara Konsolidasi MBG Nasional di Bogor pada Rabu. Penampilannya di acara tersebut, juga ketika meninjau dan makan menu program MBG, merupakan salah satu agenda dalam lawatannya ke Indonesia kali ini.
Dalam unggahan akun Instagram resmi Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani pada Rabu, Tony juga rupanya punya agenda temu dengan jajaran direksi Danantara. Rosan menyebut pertemuan itu diadakan untuk “bertukar gagasan” tentang efektivitas “program pangan dan gizi nasional”.
Dalam unggahan itu, Rosan memperkenalkan Tony sebagai inisiator “program filantropi untuk mengatasi kelaparan global”. Lantas, siapa sebenarnya Tony Robbins, bukankah ia selama ini dikenal sebagai penulis buku motivasi finansial?
Profil Tony Robbins, Penulis dan Motivator Asal AS
Di tempat asalnya, Amerika Serikat, Tony Robbins kondang dengan dua predikat. Ia dikenal sebagai penulis buku dan motivator yang sohor.
Tony menjadi sosok yang dikenal publik AS berkat acara-acara seminar dan buku-buku pengembangan diri yang ia tulis. Beberapa buku yang melambungkan namanya itu antara lain Unlimited Power (1986) dan Awaken the Giant Within (1991).
Nama Tony Robbins sendiri merupakan nama panggung dari pria kelahiran California pada 1960 ini. Nama lengkapnya adalah Anthony Jay Robbins, meskipun ia diberi nama lahir Mahvoric oleh orang tuanya yang berdarah Kroasia.
Dalam banyak seminar motivasi yang ia isi, Tony kerap menggambarkan dirinya sebagai sosok yang berhasil menapaki kesuksesan dari bawah. Ia sering bercerita tentang masa kecilnya di tengah keluarga yang kaotik dan penuh kekerasan.
Ia juga sering berkisah tentang awal karier profesionalnya setelah pergi dari rumahnya pada usia 17 tahun. Ia bercerita tentang pernah menjadi petugas kebersihan dan tak punya kesempatan berkuliah.
Namun, hidup itu ia gambarkan berubah setelah induk semangnya merekomendasikan seminar motivator Jim Rohn. Ia pun betulan mengikuti seminar itu serta bergabung untuk mempromosikan seminar dan buku-buku motivasi Jim Rohn.
Dari Jim Rohn, Tony kemudian belajar jadi motivator dan penulis buku-buku pengembangan diri. Tony lalu meniti karier sebagai motivator. Ia menulis berbagai buku motivasi dan mendapatkan pengakuan publik karenanya.
Meski begitu, sejumlah kontroversi sempat hilir mudik dari sosok satu ini. Salah satunya pada 1995 ketika Robbins Research International (RII) yang ia bangun terjerat kasus hukum. Atau, seperti pada 2000, Tony sempat didakwa atas dugaan pelanggaran hak cipta.
Kontroversi juga menghinggapinya pada 2012 ketika San Jose Mercury News merilis laporan tentang sejumlah peserta seminar Tony terbakar dan cedera. Kasus ini berpangkal pada metode motivasi yang dikembangkan Tony, yakni secara harfiah, berjalan di atas bara api.
Tak sampai di situ, 2019 juga lekat dalam memori Tony karena dugaan kasus kekerasan seksual menyeret namanya. Sepanjang tahun 2019 itu, BuzzFeed News merilis berbagai laporan tentang dugaan kasus kekerasan yang pernah dilakukan Tony di berbagai kesempatan. Namun, laporan ini tidak berujung pada proses hukum kala itu.
Di luar pekerjaannya sebagai motivator, Tony Robbins adalah pengusaha. Pada 2014 Tony tercatat sebagai salah satu pemegang saham klub sepak bola Los Angeles FC. Ia juga merambah industri e-sports ketika ikut membeli kepemilikan Team Liquid, sebuah tim e-sports profesional di AS.
Setelah meraup kekayaan sebagai motivator dan pengusaha, Tony turut merambah bidang lain yang erat kaitannya dengan orang-orang kaya: organisasi filantropi. Kapasitas inilah yang disebut Rosan Roeslani jadi alasan mengapa Tony bertemu jajaran Danantara.
Tony membangun organisasi filantropi sejak 1991. Kala itu, ia mendirikan The Tony Robbins Foundation. Organisasi ini memiliki fokus untuk membantu pemuda, orang terlantar, orang kelaparan, lansia, dan para narapidana.
Kemudian, pada 2014, Tony menyumbangkan keuntungan buku Money: Master the Game (2014) ke yayasan Feeding America. Yayasan itu bergerak pada upaya pemberian makanan pada orang-orang yang membutuhkan.
Melalui sumbangsihnya pada Feeding America , Tony menampakkan diri sebagai sosok yang memiliki keprihatinan akan isu kelaparan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Bantuan pangan juga kemudian jadi salah satu fokus utama dalam organisasi The Tony Robbins Foundation yang ia dirikan pada 1991 lalu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































