Menuju konten utama

Kenapa Film Nia Kurnia Sari Ramai di X, Kisah, & Sutradaranya

Bagaimana kisah dan siapa sutradara film Nia Kurnia Sari yang jadi perbincangan warganet di Twitter (X), ada apa?

Kenapa Film Nia Kurnia Sari Ramai di X, Kisah, & Sutradaranya
Poster FIlm Nia Kurnia Sari. foto/Isf
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Film Nia Kurnia Sari menjadi perbincangan ramai di media sosial X (Twitter) meskipun baru tayang secara luas pada Kamis (4/12/2025) mendatang. Mengapa hal itu terjadi?

Belakangan, film Nia Kurnia Sari menjadi perbincangan yang ramai di media sosial X. Banyak warganet yang memberikan komentar negatif terhadap produksi film ini.

Komentar itu diberikan warganet karena film itu mengangkat cerita pembunuhan Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatra Barat pada 2024 lalu.

Meskipun film yang mengangkat peristiwa nyata kerap diproduksi, namun film ini justru ditanggapi berbeda oleh warganet, terutama di media sosial X.

Kisah Film Nia Kurnia Sari yang Ramai Diperbincangkan di X & Siapa Sutradaranya?

Meskipun belum ditayangkan secara luas, film Nia Kurnia Sari ramai dikritik warganet, terutama di media sosial X. Tak sedikit yang menganggap produksi film tidak etis karena mengomersialisasikan duka dan tragedi.

Anggapan itu muncul, terutama, ketika potongan video pemutaran perdana (premiere) film Nia Kurnia Sari viral di media sosial.

Dalam video acara tersebut, film Nia Kurnia Sari ternyata menyertakan gambar ajakan berdonasi di akhir pemutaran, lengkap dengan barcode yang bisa dipindai penonton.

"Salurkan donasi Anda dengan scan QRIS untuk pembangunan rumah tahfiz Quran dan pesantren serta kegiatan sosial lainnya," tulis ajakan itu.

Hal itu kemudian menjadi topik pembicaraan yang ramai di media sosial X. Warganet mulai mempertanyakan maksud dari pembuatan film itu, menyebutkan sebagai komersialisasi pembunuhan Nia pada 2024 lalu.

Salah satu warganet yang berkomentar itu adalah @faggositosis. Melalui unggahannya pada Minggu (23/11), akun tersebut bereaksi keras terhadap film yang diproduseri oleh Ruben Onsu itu.

"SDM indo ngga bakal maju selama orang orang masih mengomersialisasikan dan nonton film kayak gini," katanya melalui cuitan di X.

Dalam unggahan yang telah dilihat jutaan kali itu, banyak warganet lain yang berkomentar seputar film Nia Kurnia Sari sebagai upaya komersialisasi tragedi.

Beberapa di antaranya menyoroti bagaimana semasa hidupnya, mendiang Nia telah dipaksa keadan untuk bekerja sejak remaja dan setelah meninggal, tragedi yang menimpanya masih digambarkan ulang melalui film komersial.

Warganet lain juga menyoroti bagaimana kasus pembunuhan Nia telah dieksploitasi oleh banyak pihak karena merupakan kasus yang sempat viral secara nasional.

Namun, berbeda dari warganet, Menteri Kebudayaan Fadli Zon justru mengapresiasi film ini sebagai karya yang baik. Menurutnya, film ini sarat dengan pesan moral dan sosial.

"Kami berharap masyarakat Indonesia dapat mendukung film 'NIA' saat tayang nanti. Saya pribadi juga akan menontonnya kembali, karena ini sangat dekat dengan realitas sosial kita, terlebih bagi mereka yang memiliki anak perempuan," kata Fadli Zon dalam keterangan pers kementerian pada Sabtu (22/11).

Dalam poster film Nia Kurnia Sari, nama Fadli Zon sebenarnya turut disebut. Ia disebut muncul dalam penampilan khusus untuk film ini.

Film Nia Kurnia Sari yang dikritik banyak pihak tersebut merupakan film yang diproduksi oleh dua sutradara, yakni Aditya Gumay dan Ronny Mepet.

Kedua nama itu sebenarnya bukan orang baru di industri perfilman Indonesia. Aditya Gumay, misalnya, merupakan sutradara di balik film Emak Ingin Naik Haji (2009), Dul muluk Dul malik (2024), Rumah Tanpa Jendela (2011), dan Ummi Aminah (2012).

Film Emak Ingin Naik Haji (2009) sempat membawa Aditya Gumay meraih nominasi Festival Film Indonesia untuk kategori Skenario Cerita Adaptasi Terbaik.

Ronny Mepet juga telah menghasilkan sejumlah film sebagai sutradara, seperti Olga & Billy Lost in Singapore (2014) dan Jokowi Adalah Kita (2014).

Selain kedua sutradara itu, terdapat pula nama pesohor Ruben Onsu yang bertindak sebagai executive producer untuk film Nia Kurnia Sari ini.

Sementara itu, rumah produksi yang menaungi pembuatan film ini adalah Smaradana Pro dan 766 Production. Keduanya, bekerja sama dengan Rumpi Entertainment dan Sanggar Ananda Kawula Muda dalam produksi film Nia Kurnia Sari ini.

Baca juga artikel terkait FILM atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Film
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan