Obituari

Setelah Irrfan Khan, Dunia Perfilman India Kehilangan Rishi Kapoor

Oleh: Petrik Matanasi - 1 Mei 2020
Dibaca Normal 2 menit
Rishi Kapoor adalah aktor India yang zaman orde baru terkenal filmnya di Indonesia. Saat ini, di film-film India adalah tahun-tahun penting keponakannya: Kareena Kapoor.
tirto.id - Waktu film Mare Naam Joker dibuat, Ranbir Raj Kapoor (1924-1988) sudah berusia 40 tahun.

Raj, yang sejak bocah mulai malang melintang di dunia perfilman, adalah pemilik dari RK Studio yang didirikan pada 1948. Nama itu sendiri ditakik dari inisial namanya dan nama para anak laki-lakinya. Mare Naam Joker yang dirilis tahun 1970 disebut sebagai karyanya yang paling idealis. Raj berkorban bertahun-tahun untuk film itu.

”Ini adalah produksi Raj Kapoor yang paling ambisius dan panjang. Dia membawa seluruh sirkus Rusia dan Ballerina Bolshoi, termasuk Ksiena Rabiankina, ke India untuk tampil dalam film ini” tulis BD Garga dalam Art Of Cinema (2005).

Dalam Khullam Khulla: Rishi Kapoor Uncensored (2017), dijelaskan bagaimana Raj menginvestasikan seluruh penghasilannya selama ini untuk film ambisiusnya itu. Tak hanya bikin kantong Raj Kapoor kering, kala itu ia bahkan belum memiliki rumah.

Raj juga mempertaruhkan kemampuan akting anak keduanya yang baru gede, Rishi Kapoor, untuk ikut ambil peran dalam film Mare Naam Joker. Rishi berperan sebagai Raju: seorang remaja melas yang cintanya bertepuk sebelah tangan dengan guru bernama Mary (Simi Garewal). Ketika Raju dewasa, perannya diambil-alih Raj Kapoor.

Pengorbanan Raj rupanya tak cukup membuat Mare Naam Joker berhasil di pasaran, Namun, hal itu tak membuat Raj jera. Ia kembali membuat film lewat RK Studio. Dengan kisah yang berbeda dari Mare Naam Joker, film kali ini menceritakan dilema percintaan anak muda.

Film yang dimaksud adalah Kal Aaj Aur Kal, dibuat pada 1971 dengan memasang kakak Rishi, Randhir Khan, sebagai pelakon utamanya. Di film itu, Babita menjadi lawan main yang kelak menjadi istri sungguhan Randhir Kapoor.

Sama seperti Mare Naam Joker, film Kal Aaj Aur Kal juga gagal.

Dimulai dari Bobby

"Mera Naam Joker gagal, Kal Aaj Aur Kal yang aku bantu (sebagai asisten sutradara) itu juga tenggelam. Aku gagal di dalam ujian (sekolah berkurikulum) Senior Cambridge dan kemudian, setelah serangkaian kegagalan ini, aku mendapat peran utama dalam film Bobby," demikian tukas Rishi dalam Khullam Khulla: Rishi Kapoor Uncensored (2017).

Masih menurut pengakuan Rishi, Raj mulanya hendak memasang Rajesh Khanna sebagai Raj Nath, seorang pemuda kaya raya nan tampan. Tapi berhubung tak memiliki cukup uang, akhirnya Rishi yang mengisi peran itu.

Lawan main Rishi, lakon utama wanita—yang bernama Bobby Braganza—dipercayakan kepada aktris belia berusia 14 tahun, Dimple Kapadia. Mereka diceritakan memiliki hubungan yang ditentang orang tua Raj Nath. Akting Rishi dan Dimple yang mempesona membuat film ini cukup sukses, bahkan dianggap sebagai ikon film percintaan generasi 1970an.

Kesuksesan Bobby yang dirilis pada 1973 ini membuat keuangan Raj Kapoor membaik dan ia pun berhasil beli rumah. Sementara itu, pamor Rishi Kapoor juga terus menjulang. Adapun karier Dimple Kapadia justru sempat mandeg beberapa tahun. Ia juga harus bercerai dengan suaminya, Rajesh Khanna.

Film Rishi berikutnya, Zehreela Insaan (1975), memang tak sesukses Bobby. Tapi kariernya tetap berjalan. Sepanjang tahun 1973 hingga 2000, sekitar 90an film sudah dimainkan Rishi. Selain Bobby, beberapa filmnya yang terkenal adalah Laila Majnu, Rafoo Chakkar, dan Sargamdan Nagina. Ritu Nanda dalam Raj Kapoor Speaks (2002) mencatat, Rishi sempat mendapat predikat sebagai aktor terbaik India.

Di Indonesia, film-film Rishi Kapoor termasuk yang dikenal bagi para penikmat film India. Beberapa stasiun swasta Indonesia pada era Orde Baru kerap menayangkan film-filmnya. Termasuk Mare Naam Joker dan Bobby.

Rishi di Indonesia dikenal dengan peran-peran protogonis atau jagoan. Seperti umumnya film India, film-film Rishi juga dianggap komplit bagi penonton Indonesia. Ada musiknya, ada jogetnya, ada berkelahinya, dan tentu drama tangisannya. Dan sebagaimana Amitabh Batchan yang digemari ibu-ibu, Rishi muda pun memiliki posisi kultural yang sama di era tersebut.

Setalah memasuki tahun 2000, Rishi yang telah sepuh tidak lagi banyak muncul di layar kaca. Era 2000an adalah era bagi generasi ketiga Kapoor di perfilman. Era ini adalah milik keponakan Rishi, generasi Kareena Kapoor—yang merupakan anak dari Babita dengan Randhir Kapoor.

Sehari setelah India kehilangan aktor Irrfan Khan, dunia perfilman India kehilangan Rishi Kapoor. Aktor kelahiran Mumbai 4 September 1952 ini mengidap penyakit kanker sejak 2018. Awal 2020, Rishi mulai kesulitan bernafas dan akhirnya tutup usia pada Kamis, 30 April 2020. Ironisnya, Rish meninggal ketika filmnya Sharmaji Namkeen—disutradarai oleh Hitesh Bhatia—sedang diproduksi.

Baca juga artikel terkait BOLLYWOOD atau tulisan menarik lainnya Petrik Matanasi
(tirto.id - Mild Report)

Penulis: Petrik Matanasi
Editor: Eddward S Kennedy
DarkLight