Menuju konten utama

Semen Indonesia Gandeng PLN Dorong Penggunaan Energi Bersih

Kerja sama yang dilakukan PLN dan SIG dalam upaya meningkatkan penggunaan listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) di area operasi Semen Indonesia.

Semen Indonesia Gandeng PLN Dorong Penggunaan Energi Bersih
Direktur Utama SIG, Donny Arsal (kiri) bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) saat Penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Pembangkit Energi Terbarukan antara SIG dan PLN di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa. FOTO/SIG.

tirto.id -

PT Semen Indonesia Tbk (SIG) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sepakat melakukan kerja sama dalam upaya meningkatkan penggunaan listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) di area operasi SIG. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, dalam hal ini pihaknya siap memfasilitasi SIG menghadirkan industri hijau melalui sumber EBT dalam operasinya.

"PLN memfasilitasi SIG untuk go green, agar ke depan porsi listrik SIG dari sumber yang ramah lingkungan dapat terus meningkat," katanya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (19/9/2023).

Darmawan Prasodjo menuturkan, dorongan penggunaan energi bersih bukan semata karena Indonesia harus mematuhi kesepakatan internasional untuk menekan emisi, tetapi sudah menjadi keharusan untuk menuju Net Zero Emission pada 2060. Hal ini pun selaras dengan komitmen transisi energi PLN yang dituangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hijau PLN.

"Dalam proses transisi energi, diperlukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Sehingga, kolaborasi dengan berbagai stakeholder lokal maupun internasional perlu dijalin. Karena ini adalah proyek besar, perlu kolaborasi dari kebijakan, teknologi, inovasi hingga investasi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SIG, Donny Arsal menuturkan, PLN memiliki sumber daya yang kuat dalam investasi dan pengoperasian pembangkit listrik berbasis EBT.

Di sisi lain, SIG merupakan pengguna listrik berskala besar, dengan tingkat penggunaan energi listrik sekitar 2,9 terawatt hour (TWh) per tahun atau senilai Rp2,9 triliun per tahun untuk proses produksi semen.

"Mudah-mudahan kerja-sama ini bisa segera memberikan kontribusi positif untuk pengurangan emisi dan efek rumah kaca, serta memberikan support bagi program transisi energi Pemerintah," kata Donny Arsal.

Sementara itu, Donny menuturkan saat ini SIG memiliki lahan berupa atap bangunan, lahan, dan kolam, yang berpotensi digunakan untuk implementasi panel surya hingga 572 MegaWatt peak (MWp) 541 MWp di antaranya berpotensi di atas permukaan tanah atau ground mounted dan di atas permukaan air di 9 lokasi yaitu SIG Ghopo Tuban, PT Semen Gresik Pabrik Rembang, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban.

Kemudian, SBI Pabrik Narogong, SBI Pabrik Cilacap, SBI Pabrik Loknga, PT Semen Baturaja Tbk. Pada tahap awal, rencana implementasi sebesar 5,4 MWp - 32 MWp per lokasi.

"Selebihnya akan dibangun proyek solar panel secara bertahap hingga tahun 2030. Terima kasih Pak Darmawan Prasodjo dan tim PLN yang sudah menyediakan waktu dan approach tim bagi kita untuk berkolaborasi ke depan,” ungkap Donny.

Baca juga artikel terkait PT SEMEN INDONESIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Taufiq

tirto.id - Bisnis
Penulis: Muhammad Taufiq
Editor: Intan Umbari Prihatin