Menuju konten utama

Sejumlah Murid Sekolah Rakyat Raih Beasiswa Kuliah-Jaminan Kerja

Menurut Gus Ipul, sejumlah murid Sekolah Rakyat sudah ada yang mendapat beasiswa kuliah dan bahkan jaminan kerja setelah lulus.

Sejumlah Murid Sekolah Rakyat Raih Beasiswa Kuliah-Jaminan Kerja
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, menghadiri acara dialog bersama siswa dan orang tua siswa Sekolah Rakyat di Pendopo Sumedang, Jawa Barat, Minggu (12/10/2025). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan sejumlah murid Sekolah Rakyat ada yang sudah memperoleh beasiswa kuliah, dan bahkan jaminan kerja. Dengan begitu, saat sudah lulus SMA, mereka bisa kuliah dengan gratis hingga mendapatkan pekerjaan.

Gus Ipul menjelaskan, melalui kolaborasi dengan sejumlah kampus, termasuk Universitas Ary Ginanjar (UAG), sebanyak 35 murid Sekolah Rakyat bakal menerima beasiswa kuliah pada 2027. Beberapa di antaranya memperoleh jaminan pekerjaan usai lulus kuliah.

"Dari 35 anak ini sudah dipastikan ada 7 anak yang akan dapat pekerjaan setelah dia lulus. Ini masih kira-kira 6–7 tahun yang akan datang, tapi dia sudah dapat posisi," kata Gus Ipul.

Dia menekankan pentingnya hilirisasi pendidikan untuk memastikan para lulusan Sekolah Rakyat memiliki masa depan yang jelas. Ke depan, upaya ini akan terus diperkuat agar para lulusan Sekolah Rakyat benar-benar mampu mandiri dan berdaya.

"Sekolah Rakyat tidak ingin hanya meluluskan, tapi ingin mengawal lulusan-lulusan untuk menjadi anak-anak yang benar-benar nanti bisa memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuannya," ujar Gus Ipul.

Pernyataan Gus Ipul itu disampaikan dalam forum Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (13/10/2025). Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila beserta 147 murid Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Sumedang, para orang tua, dan 175 pilar sosial.

Dialog Gus Ipul dan Murid SRT 4 Sumedang Diwarnai Suasana Haru

Kedatangan Gus Ipul di Sumedang mendapatkan sambutan hangat dari para siswa Sekolah Rakyat. Mereka menampilkan beragam bakat melalui tarian tradisional, paduan suara, dan pembacaan puisi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila tampak terharu. Suaranya bergetar dan sesekali terhenti karena teringat perjuangan para siswa Sekolah Rakyat yang kini sudah tampil percaya diri di hadapan Menteri Sosial.

"Bapak tadi mungkin sudah melihat inilah penampilan dari anak-anak kita, Bapak. Yang Alhamdulillah membuat hati ini terenyuh. Karena mungkin satu atau dua tahun yang lalu, mereka tidak pernah terpikir bisa tampil di sini, Bapak," ucap Fajar.

"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Prabowo. Karena saya suka sedih bahwasannya kita harus setara dalam pendidikan. Tidak ada lagi anak-anak kita yang ada kesenjangan sosial di tahun sekarang. Itulah cita-cita mulia dari Bapak Presiden Prabowo Subianto."

Fajar menegaskan bahwa Pemkab Sumedang akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

"Kami akan tegak lurus, full support, dengan program-program khususnya Sekolah Rakyat yang terintegrasi di Kabupaten Sumedang," ujar dia.

Pernyataan Fajar mendapat sambutan tepuk tangan dari hadirin. Beberapa peserta forum dialog, termasuk orang tua siswa, bahkan tampak mengusap air mata.

Momen menyentuh lainnya terjadi saat Elsa, salah satu siswi yang membaca puisi di depan hadirin, dipanggil langsung oleh Gus Ipul untuk ke atas panggung bersama ibunya.

Gus Ipul meminta Elsa memeluk ibunya, seperti yang digambarkan dalam puisinya, diiringi lagu "Kaulah Ibuku." Suasana pendopo IPP Sumedang seketika hening dan penuh haru.

Elsa, yang bercita-cita menjalani profesi sebagai dokter, menjadi simbol semangat murid-murid Sekolah Rakyat untuk terus melangkah mengejar mimpi meski berasal dari keluarga sederhana.

Dalam sesi dialog itu, Gus Ipul kembali menekankan makna utama program Sekolah Rakyat sebagaimana gagasan Presiden Prabowo Subianto. Dia memaparkan 3 konsep kunci untuk memahami Sekolah Rakyat, yaitu memuliakan wong cilik, menjangkau mereka yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.

Mensos juga menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah.

"Penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini bagian dari pengentasan kemiskinan, program strategis Presiden Prabowo. Penanggung jawab operasionalnya adalah Kementerian Sosial, tapi kiri kanan kita banyak sekali yang mendukung termasuk Dikdasmen, Kementerian Dalam Negeri, PAN-RB, BPS, pekerjaan umum, hingga pemerintah daerah," kata dia.

Gus Ipul menambahkan bahwa data penerima manfaat Sekolah Rakyat mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola BPS. Dia pun memastikan, semua murid Sekolah Rakyat tidak dipilih berdasarkan koneksi atau titipan siapa pun.

"Yang bisa sekolah di sini adalah orang yang memang berada di BPS, dan dia berada di desil paling bawah baru boleh bisa masuk," kata Gus Ipul.

Meskipun ada dukungan dari berbagai pihak, lanjut Gus Ipul, peran orang tua tetap sangat penting dalam keberhasilan siswa Sekolah Rakyat. Ia menyampaikan bahwa para orang tua perlu mendampingi, mendukung, dan memberikan kasih sayang dalam proses belajar anak-anak, karena mereka merupakan bagian penting dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Selain pendidikan anak, Kementerian Sosial pun menyiapkan program pemberdayaan bagi keluarga para murid Sekolah Rakyat. Mereka menjadi penerima manfaat berbagai bantuan seperti BPNT, PKH, dan PBI JK. Seluruh keluarga murid Sekolah Rakyat dapat memperoleh bantuan sosial secara lengkap dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.

"Kita harapkan hanya lima tahun maksimal bagi keluarga usia produktif, setelah itu kita antarkan menjadi keluarga yang lebih mandiri," kata Gus Ipul.

Guna menegaskan kembali pentingnya semangat kemandirian, Gus Ipul mengajak seluruh peserta dialog untuk bersama-sama meneriakkan yel-yel, “Bansos sementara, berdaya selamanya”.

Selain Elsa, ada pula Riska, siswi SRT 4 Sumedang, yang menghibur para hadirin lewat lantunan lagu Sunda Pupuh. Ibunya, Lina, turut naik ke panggung dan menyampaikan doa singkat namun menyentuh, berharap putrinya menjadi anak saleh dan meraih kesuksesan di masa depan.

Gus Ipul turut membalas doa itu dengan harapan agar cita-cita sang siswi untuk menjadi dokter hewan dapat terwujud dan bisa membanggakan orang tuanya.

Sebagai penutup, Gus Ipul menyampaikan kabar gembira bahwa Kabupaten Sumedang akan menjadi salah satu dari 100 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang dimulai tahun ini, lengkap dengan fasilitas ruang kelas, asrama, aula, ruang makan, dan area olahraga.

“Insya Allah anak-anakku mudah-mudahan kalau lancar, Kabupaten Sumedang termasuk salah satu yang dibangun tahun ini, selesai tahun depan," kata Gus Ipul.

Saat ini, sudah ada 165 Sekolah Rakyat yang beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia. Program yang dikelola oleh Kementerian Sosial ini menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan. Sekolah Rakyat menggabungkan pendidikan, bantuan sosial, dan pemberdayaan ekonomi keluarga secara terpadu, menghadirkan harapan baru bagi keluarga prasejahtera untuk menjadi mandiri dan sejahtera.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis