Menuju konten utama

Sebanyak 17,1 Juta Orang di Dunia Terkena Tuberkulosis

Penyakit tuberkolosis dapat menyerang semua umur, dengan gejala klinis bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga manifestasi berat.

Sebanyak 17,1 Juta Orang di Dunia Terkena Tuberkulosis
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Rahmad.

tirto.id - Kurang lebih sebanyak 17,1 juta penduduk dunia ini telah dinyatakan mengidap penyakit tuberkulosis atau TB, yakni penyakit infeksi yang umumnya menyerang jaringan paru dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis complex. Hal itu disampaikan oleh dosen mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Andani Eka Putra.

"Hingga saat ini ditemukan penurunan kasus TB rata-rata satu persen setiap tahun, namun berdasarkan data terbaru penderita TB di dunia masih cukup tinggi yaitu 17,1 juta orang. Kasus baru ditemukan sekitar 8,8 juta kasus setiap tahun dengan angka kematian sekitar 1,4 juta orang," kata Andani, di Yogyakarta, Minggu (18/92016).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyakit TB dapat menyerang semua umur, dengan gejala klinis bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga manifestasi berat.

Indonesia, kata dia, merupakan negara dengan kasus TB terbesar keempat di dunia, dengan 430 ribu kasus baru dan 61 ribu kematian setiap tahun.

"Permasalahan dalam penanganan TB adalah karateristik Mycobacterium tuberculosis yang sangat unik, seperti pertumbuhan bakteri yang lambat, strain yang sangat bervariasi, pengobatan yang membutuhkan kesabaran pasien karena diperlukan waktu yang lama, dan adanya strain yang telah mengalami resistensi," lanjut Andani.

Ia menjelaskan bahwa analisis terhadap strain Mycobacterium tuberculosis memperlihatkan adanya beberapa strain utama, yaitu East African Indian (EAI), Beijing, Haarlem, Latin American and Mediteranean, dan Central Asian.

Ia menambahkan, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa strain Beijing dianggap lebih virulen dibanding nonbeijing dan mempunyai kecenderungan resisten terhadap obat antituberkulosis.

Sedangkan di Indonesia, lanjut dia, strain Beijing merupakan kelompok terbesar dibanding strain lain berkisar 20-33 persen.

Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri intraseluler patogen yang berdiam di dalam makrofag dan sebagai komponen paling penting dalam sistem imun.

Bakteri tersebut menghasilkan dua kelompok protein yang sangat polimorfik yakni proline glutamic acid (PE) dan proline-proline glutamic (PPE).

"Protein kelompok ini merupakan 10 persen dari total protein Mycobacterium tuberculosis. Protein ini sangat terkait dengan virulensi dan menjadi target pengembangan diagnosis dan terapi," kata Andani.

Baca juga artikel terkait TUBERKULOSIS

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto