tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai menyatakan tidak mendukung Iran dan memberikan dukungan kepada Israel, karena Israel diklaim memiliki kedaulatan sejati.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Moms Kholiq,” (arsip) pada Rabu (10/06/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar Pigai dengan narasi, “BERITA & FAKTA. MENURUT PIGAI: BERSEKUTU DENGAN IRAN SAMA SAJA MENDUKUNG SETAN! KARENA KEDAULATAN SEJATI HANYA ADA DI ISRAEL.”
Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan bahwa Pigai terus berupaya menggapai agar dapat menjadi Dewan HAM di PBB supaya bisa memberi sanksi terhadap Iran.
“Pigai terus mendesak kedaulatan IRAN karena dianggapnya sebagai KEDOK. Menurut Pigai: "Bersekutu dengan IRAN sama saja mendukung setan! karena kedaulatan sejati hanya ada di ISRAEL. ISRAEL adalah kedaulatan sejati: Kehancuran yang dilakukan IRAN terhadap wilayah ISRAEL terdampak "banyak korban tewas rumah hancur dan itu pelanggaran HAM" Pigai terus berupaya Menggapai untuk menjadi Dewan HAM di PBB agar bisa memberi sanksi HAM terhadap IRAN. Wardiere News Editor: Bang Iwan Pro.” Begitu keterangan yang dituliskan.
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (30/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 99 likes dan 4 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik negatif warganet kepada Pigai.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @Abimanyu dan Facebook “Abdullah S Halim,” yang menampilkan gambar Pigai dengan mengenakan pakaian berbeda, namun menyebutkan klaim yang sama terkait kecaman Pigai terhadap Iran dan dukungannya untuk Israel. Unggahan ini menarik banyak perhatian warganet dan telah dibagikan sebanyak 137 kali, serta mendapatkan 9,6 ribu komentar.
“Semakin menyala Pigai. Demi Indonesia maju. Berikan satu kata untuk beliau. Pigai kembali tampil bak “penjaga moral global versi lokal” dengan pernyataan yang bikin dahi berkerut dan logika jungkir balik.
Menurutnya, kedaulatan Iran itu hanyalah “kedok”, sementara kedaulatan sejati—katanya—bersemayam di Israel. Sebuah definisi yang tampaknya tidak ditemukan di buku hukum internasional manapun, tapi entah mungkin edisi khusus “versi rasa pribadi”.
“Bersekutu dengan Iran sama saja mendukung setan,” ujarnya, seolah geopolitik kini sudah naik level jadi audisi film fantasi: siapa malaikat, siapa iblis, ditentukan lewat opini, bukan fakta.
Sementara itu, ketika konflik memanas dan korban berjatuhan, Pigai dengan sigap menunjuk satu arah—seperti GPS yang rusak: selalu mengarah ke satu titik, tak peduli realitas di lapangan.
Rumah hancur, korban sipil berjatuhan—semua langsung diberi label pelanggaran HAM… tentu saja dengan catatan kecil: “berlaku jika pelakunya sesuai narasi.”
Tak berhenti di situ, ambisi pun melambung. Target berikutnya: kursi Dewan HAM PBB. Mungkin dengan harapan bisa membawa “standar ganda” naik kelas jadi kebijakan internasional.
Karena di dunia versi ini, kebenaran bukan lagi soal fakta—tapi soal siapa yang paling percaya diri mendefinisikannya.
Wardiere News Editor: Bang Iwan Pro “Logika boleh kalah, yang penting narasi tetap jalan.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Kami justru diarahkan pada laman AFP yang menampilkan gambar Pigai yang serupa. Laman tersebut menampilkan momen Menteri Hak Asasi Manusia Indonesia Natalius Pigai tiba untuk upacara pengambilan sumpah para menteri kabinet Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 21 Oktober 2024.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang baru dilantik pada 21 Oktober melantik kabinet barunya, yang mencakup anggota-anggota kunci dari tim pendahulunya dan menunjukkan bahwa ia akan melanjutkan kebijakan-kebijakan utamanya.
“Indonesia's Minister of Human Rights Natalius Pigai arrives for the swearing-in ceremony of the ministers of Indonesian President Prabowo Subianto's cabinet at the Presidential Palace in Jakarta on October 21, 2024. Newly inaugurated Indonesian President Prabowo Subianto on October 21 swore in his new cabinet, which includes key members of his predecessor's team and suggests he will continue his main policies, analysts said.” Begitu dikutip dari AFP Selasa (30/06).
Melansir laman Tempo, Pigai menegaskan, dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai kedaulatan Israel. Ia menyatakan pandangannya terkait konflik antara Israel-Amerika Serikat dan Iran sepenuhnya sejalan dengan sikap resmi Pemerintah Indonesia, yang direpresentasikan oleh Kementerian Luar Negeri.
“Hoax. Sikap Indonesia sudah disampaikan resmi oleh Kementerian Luar Negeri,” begitu keterangan Pigai saat dihubungi Tempo pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kementerian Luar Negeri RI, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya dan meluasnya ketegangan, serta dampaknya di Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara.” Begitu dikutip dari laman Kemenlu.
Kesimpulan
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Menteri HAM Natalius Pigai menolak mendukung Iran karena Israel memiliki kedaulatan sejati bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pigai secara langsung membantah narasi yang beredar dan menegaskan bahwa pandangannya terkait konflik Iran dan Israel sejalan dengan sikap resmi Pemerintah Indonesia yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri.
Foto yang digunakan dalam unggahan adalah momen dokumentasi saat pelantikan Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024 dan tidak ada kaitannya dengan isu konflik Iran dan Israel.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id

































