Menuju konten utama

Pigai Sebut Larang Demo di Bundaran HI Bukan Batasi Berpendapat

Pigai berdalih aparat keamanan hanya ingin memindahkan massa pedemo ke lokasi alternatif sehingga penyampaian aspirasi tetap berlangsung.

Pigai Sebut Larang Demo di Bundaran HI Bukan Batasi Berpendapat
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai tiba untuk memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (4/5/2026). Menteri HAM Natalius Pigai menanggapi isu-isu HAM terkini diantaranya penyelesaian kasus kekerasan anak di daycare Yogyakarta serta polemik video Amien Rais tentang Seskab Teddy Indra Wijaya. ANTARA FOTO/Fauzan/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menilai pembatasan lokasi demonstrasi di kawasan Bundaran HI tidak dapat dianggap sebagai pembatasan hak menyampaikan pendapat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk pengaturan yang dilakukan aparat keamanan.

“Bisa pemerintah bisa atur. Kalau jalan raya protokol utama tidak boleh kemudian disediakan akses untuk melakukan penyampaian pendapat di tempat lain. Bisa. Namanya juga pengaturan,” kata Pigai kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Dia mencontohkan, massa aksi dapat diarahkan ke lokasi alternatif yang tetap memungkinkan penyampaian aspirasi berlangsung.

“Eh kamu tidak usah demo di Bundaran HI tapi kamu demo di Lapangan Banteng. Boleh itu namanya sesuai aturan boleh. Pengaturan,” katanya.

Saat ditanya apakah kebijakan tersebut berpotensi membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, Pigai menegaskan bahwa hal itu bukan bentuk pembatasan.

Sebelumnya, pada Jumat (12/6/2026), mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama massa pedemo lainnya tertahan di kawasan Tosari, Jakarta Pusat, saat berupaya menuju Bundaran HI. Massa beberapa kali mencoba bergerak maju, namun kembali terhenti akibat penyekatan aparat keamanan di sejumlah titik menuju kawasan Bundaran HI.

Berdasarkan pantauan reporter Tirto di lokasi, massa aksi memadati kawasan Tosari dengan melakukan orasi dan konsolidasi. Sejumlah massa sempat mendorong barisan menuju Bundaran HI, tetapi barikade aparat membuat pergerakan massa kembali terhenti.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menilai penyekatan aparat menghambat upaya mahasiswa dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara langsung dan damai di ruang publik. Meski demikian, ia menegaskan massa akan tetap berupaya menyampaikan aspirasi di Bundaran HI.

“Pada dasarnya, aparatur negara menghalang-halangi kami untuk menyuarakan suara rakyat. Sampai saat ini kami akan tetap teguh menyuarakan aspirasi di Bundaran HI,” kata Yatalathof, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, lokasi massa saat ini sudah berada tidak jauh dari Bundaran HI. Ia juga menyebut selain kepolisian, aparat TNI turut berjaga di sejumlah titik penyekatan.

Yatalathof menegaskan aksi tersebut bukan bertujuan menciptakan kerusuhan maupun menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa. Ia menyebut demonstrasi dilakukan secara damai untuk menyampaikan keresahan masyarakat.

“Kami prinsipnya tidak akan menyerah. Tujuan kita bukan untuk menjatuhkan siapa pun, melainkan untuk menyelamatkan kondisi bangsa ini,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait DEMO MAHASISWA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto