tirto.id - Selepas hujan lebat mereda, suasana sore di SRMA 19 Bantul terasa hangat. Sejumlah siswa berolahraga lari, bermain basket, dan bercengkerama di lapangan. Di ruang makan, murid lainnya yang mendapat giliran piket sibuk menata alat makan dan menu sederhana: nasi, mendoan, tumis tempe kacang, serta ikan kembung.
Selepas ibadah salat Maghrib, para siswa berbaris rapi untuk apel makan malam. Mereka menjalani kegiatan dengan disiplin. Setelah melakukan lapor diri dengan tertib dan berdoa, mereka menyantap makanan bersama-sama.
"Enak, Pak!" seru mereka kompak saat ditanya Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono yang tersenyum ramah.
"Kelihatan berat badanmu naik, Fin," kata Agus Jabo lagi kepada seorang siswa, Alfin Setyo Nugroho (16), yang disambut tawa murid-murid lainnya.
Wamensos Agus Jabo menyambangi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, DIY, pada Sabtu (25/10/2025). Dia meninjau aktivitas di sekolah itu sekaligus berdialog dengan para siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Dalam kunjungan itu, Wamensos didampingi sang istri, Intan Agus Jabo. Turut hadir pula Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta Nova Dwiyanto Suli, Plt. Kepala BBPPKS Yogyakarta Rabiah, dan para staf khusus Menteri Sosial.
Kedatangan rombongan tersebut disambut oleh Wakil Kepala SRMA 19 Bantul, Alfian Ihsan Prayoga bersama para guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa.
Saat berdialog dengan para murid SRMA 19 Bantul, Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan upaya negara hadir untuk mereka.
"Kalian tidak bisa sekolah bukan karena salah kalian, tapi karena keterbatasan. Di sinilah negara menjemput kalian," kata dia. "Sekolah Rakyat ini jembatan agar kalian bisa menggapai cita-cita."
Agus Jabo juga mewanti-wanti agar para siswa menjauhi tiga larangan keras di Sekolah Rakyat. Ketiganya adalah bullying, kekerasan verbal maupun non verbal, dan pelecehan.
"Sekolah Rakyat ini rumah kedua. Kalian harus saling menguatkan dan menghargai perbedaan, karena Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika," ujar dia yang disambut teriakan lantang "Siap!" dari seluruh siswa SRMA 19 Bantul.
Momen menyentuh terjadi ketika Galuh Intan Prastiwi (16), maju ke depan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah menggagas Sekolah Rakyat. Karena program ini, anak-anak dari keluarga bawah bisa sekolah dan punya fasilitas yang baik," ujarnya dengan percaya diri.
Melihat kepercayaan diri Galuh, Wamensos tersenyum bangga. Agus Jabo bercerita, saat dirinya berkunjung ke kediaman keluarga Galuh beberapa waktu lalu, anak itu masih belum berani bicara di depan banyak orang.
"Sekarang lihat, dia [Galuh] sudah berani berdiri di depan semua orang," kata Agus Jabo.
"Artinya, Sekolah Rakyat berhasil membentuk kepercayaan diri anak-anak dari keluarga tidak mampu. Anak-anak Indonesia harus percaya diri, berani, jangan rendah diri. Wujudkan cita-cita dengan semangat dan nyali besar," ujar dia melanjutkan.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan di di SRMA 19 Bantul, Agus Jabo berpesan agar mereka selalu menumbuhkan empati dan kesabaran dalam mendidik murid-murid Sekolah Rakyat.
"Saya titip anak-anak ini, perlakukan mereka seperti anak sendiri. Bangkitkan kepercayaan dirinya agar berani bermimpi besar," kata dia.
Dia pun memastikan akan terus memantau kualitas pendidikan dan kehidupan asrama di Sekolah Rakyat. "Saya akan terus datang ke setiap sekolah rakyat untuk memastikan anak-anak kita belajar dan tumbuh dengan baik," ujar Agus Jabo.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala SRMA 19 Bantul, Alfian Ihsan Prayoga, menerangkan para siswa di sekolahnya mengalami perubahan besar usai 3 bulan menjalani pendidikan.
"Awalnya mereka pendiam, minder, bahkan menatap orang saja tidak berani. Sekarang sudah bisa menyapa, berbicara, dan tampil percaya diri," kata Alfian.
Dia menambahkan, toleransi beragama juga berkembang dengan baik di SRMA 19 Bantul meskipun para siswa menganut agama yang berbeda-beda.
"Di sini ada siswa beragama Islam, Hindu, dan Katolik. Mereka saling menghormati. Anak non-Muslim pun ikut mengingatkan teman Muslimnya untuk salat," ujarnya.
Menjelang akhir kunjungan Wamensos Agus Jabo di SRMA 19 Bantul, momen hangat terjadi saat salah satu siswa, Mifta Jaya Devi (16), membacakan pantun: "Main sepeda di musim panas, jangan lupa beli es batu. Terima kasih kepada Pak Agus, sudah datang ke SRMA 19 Bantul."
Pantun itu disambut dengan tawa dan balasan spontan dari Agus Jabo: "Ubur-ubur ikan lele, yang semangat ya leee!"
Kunjungan Wamensos dan rombongan ditutup dengan lagu "Syukur" yang dinyanyikan bersama penuh khidmat.
Saat Agus Jabo meninggalkan sekolah, anak-anak berlarian sambil melambaikan tangan. Mereka meneriakkan, "Dadah, Bapak! See you again!"
Kini, SRMA 19 Bantul mendidik 200 siswa yang terdiri dari 83 laki-laki dan 117 perempuan. Mereka dibina oleh 25 guru, 10 wali asrama, serta 20 wali asuh yang mendampingi para siswa dalam menjalani kegiatan akademik dan kehidupan berasrama.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























