Rustam Effendi yang Bersitegang dengan Ahok Kini Jadi Staf Sandiaga

Oleh: Hendra Friana - 6 November 2017
Menurut Sandi, dengan pengalamannya yang cukup lama di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rustam akan memudahkannya menangani semua permasalahan dan aduan warga.
tirto.id -
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengangkat Rustam Effendi, mantan walikota Jakarta Utara, sebagai stafnya di Balai Kota.

Menurut Sandi, dengan pengalaman Rustam yang cukup lama di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akan memudahkannya menangani semua permasalahan dan aduan warga yang masuk ke Balai Kota.
"Karena ini kita lihat temen-temen ini berulang kali ke sini (Balai Kota), sampai 3-4 kali. Jadi memang penanganan ini makan waktu dan butuh kepamongan dalam mengolah ini," ungkapnya di Balai Kota, Senin (6/10/2017).
Ia juga mengatakan bahwa Pemprov membutuhkan percepatan penanganan dan layanan masyarakat. Dengan adanya Rustam, sebagai mantan walikota Jakarta Pusat, Sandi yakin pekerjaan tersebut akan dapat ditangani lebih mudah.
"Jadi enggak berulang kali. Kayak tadi Bu Eli itu, udah dua tahun bolak-balik ke sini, pengin rusun di Marunda, dan kita coba lihat bagaimana percepatannya," ujarnya.
Seperti diketahui, Rustam mengawali kariernya di birokrasi Ibu Kota dari pegawai harian lepas (PHL) di kantor Kelurahan Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Jenjang kariernya terus moncer hingga menduduki jabatan strategis di kursi birokrasi.
Pada tahun 2014, Rustam pernah menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Pusat dan saat Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah diangkat oleh Gubernur DKI yang kala itu dijabat Joko Widodo menjadi Sekretaris DKI, Rustam ditunjuk menjadi Plt Wali Kota Jakarta Pusat.
Namun demikian, pada April 2016, Rustam mengundurkan diri sebagai walikota Jakarta Utara lantaran bersitegang dengan mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelum mengajukan surat pengunduran diri, sepekan sebelumnya ia juga sempat menuliskan keluhannya soal gaya kepemimpinan Ahok di akun Facebook miliknya.
Keluhannya itu muncul setelah Ahok menyebut dirinya bersekongkol dengan salah satu bakal calon gubernur Jakarta, Yusril Ihza Mahendra. Pernyataan Ahok terlontar lantaran Rustam kerap lamban dan tak mau menertibkan permukiman ilegal yang berada di sepanjang kolong tol Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, serta penanganan banjir di kawasan Ancol. Namun belakangan Ahok menyebut pernyataannya itu sebagai candaan.

Baca juga artikel terkait ANIES-SANDIAGA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Maya Saputri