tirto.id - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memberhentikan sementara atau menonaktifkan perawat yang diduga lalai hingga nyaris menyerahkan bayi kepada orang tua yang bukan kandungnya saat menjalani perawatan.
Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi internal atas insiden yang terjadi.
“Dalam kaitannya dengan petugas kami, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan,” kata Rachim di Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) dilansir dari Antara.
Rachim mengatakan pihak rumah sakit telah membentuk tim untuk melakukan klarifikasi serta berkoordinasi dengan keluarga pasien terkait kejadian tersebut. Ia menambahkan pihak rumah sakit juga siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait insiden tersebut.
“Kami juga telah melaporkan permasalahan ini kepada Kementerian Kesehatan dan institusi terkait lainnya, dan kami sangat terbuka untuk arahan lebih lanjut demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSHS,” katanya.
Selain itu, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tenaga perawat guna mencegah kejadian serupa terulang.
Rachim menegaskan pembinaan akan difokuskan pada kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua.
“RSHS akan melakukan evaluasi dan pembinaan kembali kepada para perawat terkait kepatuhan menjalankan SOP penyerahan bayi kepada orang tua,” katanya.
Sebelumnya, seorang ibu atas nama Nina Saleha membagikan pengalaman atas kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok.
Nina diketahui baru melahirkan dan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan RSHS Kota Bandung.
Pasalnya, saat akan membawa pulang, bayinya tengah digendong diduga oleh orang tidak dikenal yang diserahkan oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung saat dirinya sedang pergi makan.
Kementerian Kesehatan mengatakan isu bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi evaluasi untuk ke depannya agar penanganan pasien dilakukan sesuai prosedur, supaya hal serupa tidak terjadi di masa depan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan tim dari RS sudah mengunjungi rumah pasien tersebut untuk meminta maaf, begitu pun dari keluarga meminta maaf karena kejadian dari sedikit kesalahpahaman tersebut menjadi viral di media sosial.
Aji menjelaskan pada saat itu, pasien yang hendak melakukan proses penyelesaian administrasi menitipkan bayinya ke seorang tenaga kesehatan.
"Tenaga kesehatan di situ kan memang tugasnya tidak hanya menangani bayi secara khusus, dia di poli anak dan memang akhirnya pekerjaannya pun jadi agak terganggu dengan Anda penitipan tersebut," kata Aji, mengutip Antara, Jumat (10/4/2026).
Kemudian, katanya, ketika ibu tersebut kembali untuk mengambil anaknya, entah karena nakes tersebut lupa atau karena lain hal, sehingga tidak sengaja dititipkan ke orang lain.
"Jadi, tidak ada maksud untuk hal-hal di luar itu, yang ada penculikan atau kejahatan, itu tidak ada maksud itu, memang itu sebenarnya kekhilafan saja yang terjadi dari perawat di sana," katanya.
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































