Menuju konten utama

Rombongan Jemaah Haji Khusus Mulai Tiba di Tanah Suci

Jemaah haji khusus diberangkatkan dan dilayani PIHK, berbeda dengan program reguler. Pemerintah akan melakukan pengawasan.

Rombongan Jemaah Haji Khusus Mulai Tiba di Tanah Suci
Sebanyak 393 jemaah haji asal embarkasi Jakarta, Pondok Gede (JKG) tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, Jumat (2/5/2025) pukul 07.15 WAS." FOTO/Humas Kemenag RI. (Ilustrasi kedatangan)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 41 jemaah haji khusus tiba di tanah suci melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Senin (13/5/2024).

Jemaah tersebut diberangkatkan oleh dua Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) konsorsium.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa layanan jemaah haji khusus sepenuhnya diselenggarakan oleh PIHK, sementara pemerintah berperan sebagai pengawas.

“Berbeda dengan jemaah haji reguler yang seluruh layanannya disiapkan oleh pemerintah, jemaah haji khusus dilayani oleh PIHK. Tugas kami adalah memastikan seluruh layanan tersebut sesuai kontrak dan hak-hak jemaah terpenuhi,” jelas Abdul.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penjemputan jemaah di bandara, standar transportasi yang digunakan, hingga akomodasi di Madinah dan Makkah, serta layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Nanti tim dari Bidang Pengawasan PIHK akan memastikan apakah bus yang digunakan sesuai standar, apakah hotelnya sesuai perjanjian, termasuk layanan saat puncak haji,” tambahnya.

Tahun ini, kuota haji khusus sebanyak 17.680 orang, atau delapan persen dari total kuota haji nasional, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Abdul juga menjelaskan bahwa haji khusus tidak mengenal sistem gelombang seperti haji reguler. Jadwal keberangkatan dan kepulangan ditentukan mandiri oleh masing-masing PIHK.

“Mereka ada yang datang di awal, pertengahan, dan ada juga yang datang menjelang wukuf. Jadwalnya fleksibel, menggunakan penerbangan reguler. Tapi kami tetap mengawasi dari kedatangan sampai kepulangan,” tegasnya.

Dengan pengawasan yang ketat ini, pemerintah berharap seluruh jemaah haji khusus dapat memperoleh layanan yang sesuai dengan biaya yang telah mereka bayarkan.

Jemaah Reguler Mulai Bergerak ke Makkah

Pergerakan jemaah haji reguler dari Madinah ke Makkah telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Kloter-kloter awal berangkat setelah menyelesaikan ibadah sunah di Masjid Nabawi. Perjalanan darat diperkirakan memakan waktu 6–7 jam.

Kementerian Agama mengimbau jemaah untuk mandi dan mengenakan kain ihram sejak di hotel guna menghemat waktu saat singgah di Masjid Dzulhulaifah (Bir Ali).

“Waktu di Bir Ali sangat terbatas, hanya sekitar 30 menit. Jemaah disarankan juga sudah berwudu dari hotel,” ujar Kabiro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5/2025) lalu.

Bagi jemaah lansia atau yang sakit, cukup berniat ihram dari dalam bus tanpa turun dan melaksanakan salat sunah.

Setibanya di Makkah, jemaah akan menjalani umrah wajib sebagai bagian dari haji Tamattu’. Petugas akan mendampingi dan memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga.

Kemenag juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, tidak berjalan tanpa alas kaki, serta menyimpan dokumen dengan aman.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Sosial Budaya
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fahreza Rizky