tirto.id - Legenda sepak bola Brasil, Roberto Carlos, sempat dikabarkan telah mualaf dan memeluk agama Islam. Rumor tersebut ramai beredar selepas ia diketahui menikah dengan perempuan asal Maroko, Souhaila Al-Tahiri pada 2026.
Akan tetapi, eks bek kiri andalan Real Madrid dan Timnas Brasil itu membantah kabar beredar yang mengatakan dirinya sudah mualaf. Kendati demikian, Roberto Carlos menegaskan bahwa ia memiliki rasa hormat serta kedekatan dengan agama Islam.
"Saya memiliki rasa hormat yang sangat tinggi terhadap Islam, dan sungguh indah melihat istri saya ketika ia sedang salat, tetapi rumor yang beredar mengenai keputusan saya memeluk Islam tidak benar," jelas Roberto Carlos kepada surat kabar Arab Saudi, Okaz, dikutip dariGoal.
Lantas bagaimanakah rekam jejak Roberto Carlos di dunia sepak bola sampai akhirnya bertemu dengan agama Islam? Apakah Roberto Carlos memiliki ketertarikan terhadap agama Islam dan ingin mempelajarinya? Simak penjelasannya.
Kiprah Sepak Bola Si Pemilik Tendangan Geledek
Roberto Carlos da Silva Rocha adalah legenda sepak bola asal kota Sao Paulo, Brasil. Roberto Carlos mengawali karier di dunia sepak bola dari akademi União São João pada 1988.
Roberto Carlos kemudian mendapat kesempatan mengawali karier profesional di tim utama União São João pada 1991. Selepas itu Carlos memutuskan pindah ke Palmeiras pada 1993.
Performa bagus Roberto Carlos di Palmeiras mengantar dirinya hijrah ke Eropa, ketika direkrut Inter Milan pada musim 1995/1996. Roberto Carlos tampil memukau pada laga debut bersama Nerazzurri, ketika mencetak gol lewat tendangan bebas dari jarak 30 yard (27 meter).
Hanya satu musim di Inter, Roberto Carlos kemudian bergabung dengan raksasa Spanyol, Real Madrid, pada musim 1996/1997. Bersama Los Blancos, Carlos menjelma jadi bek kiri paling berbahaya di dunia.
Selama 11 musim bersama Real Madrid, Carlos membukukan total 370 penampilan dengan torehan 47 gol. Ia juga sukses mengoleksi aneka trofi bergengsi di level klub, antara lain: 3 trofi Liga Champions, 1 trofi Piala Super Eropa, dan 4 trofi LaLiga Spanyol.

Setelah dari Spanyol, Roberto Carlos hijrah ke Liga Turki bersama Fenerbahce musim 2007/2008. Carlos membukukan 65 caps bersama Fenerbahce, dengan menyumbang 6 gol sepanjang 3 musim.
Lepas dari Liga Turki, Roberto Carlos kemudian sempat berman untuk Corinthians (Liga Brasil), Anzhi Makhachkala (Liga Rusia), lalu menutup karier profesional di Delhi Dynamos dan Odisha FC (Liga India) pada musim 2015/2016.
Roberto Carlos juga punya karier cemerlang bersama Tim Nasional Brasil. Carlos memulai debut timnas senior tahun 1992. Bersama Selecao, Roberto Carlos membubuhkan 125 caps dan 10 gol.
Di panggung internasional bersama Selecao, Roberto Carlos memenangkan 2 trofi Copa América (1997, 1999), Piala Konfederasi 1997, hingga puncaknya merengkuh Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang.
Momen ikonik Roberto Carlos di Timnas Brasil terjadi ketika melawan Prancis pada Juni 1997, dalam turnamen persahabatan Le Tournoi de France jelang Piala Dunia 1998.
Pada laga tersebut Carlos mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas melengkung dengan kecepatan 137 km/jam dari jarak 38 meter.
Hubungan Dekat dengan Dunia Muslim
Roberto Carlos diketahui mulai memiliki hubungan dekat dengan masyarakat Muslim, ketika ia berkarier di Liga Turki bersama Fenerbahce. Bahkan selepas gantung sepatu, Carlos juga sempat menjadi pelatih di Liga Turki.
Tak hanya itu, Roberto Carlos juga berhubungan dekat dengan tokoh komunitas Islam Brasil, Sheikh Jihad Hammadeh, yang juga menjadi wakil presiden Asosiasi Ahli Hukum Islam Nasional (ANAJI) Brasil.
Sheikh Jihad Hammadeh merupakan tokoh pemimpin komunitas Muslim di Brasil, yang berasal dari Damaskus, Suriah. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Muslim paling berpengaruh, serta menjadi juru bicara utama Islam di Brasil.
Roberto Carlos sempat menemui Sheikh Jihad dalam sebuah acara komunitas Muslim di Sao Paulo, Brasil. Dari pertemuan tersebut muncul rumor yang mengatakan bahwa Roberto Carlos hendak masuk agama Islam.
Kabar viral mengenai Roberto Carlos menjadi mualaf pertama kali dimunculkan Ali Sahin, seorang anggota parlemen Turki, pada 18 Agustus 2026. Carlos juga dikabarkan sudah melangsungkan pernikahan dengan cara Islam dengan Souheila Tahiri.
Akan tetapi pada perkembangan selanjutnya, Roberto Carlos membantah bahwa ia sudah memeluk agama Islam ketika menikahi Souheila Tahiri. Hal tersebut dikabarkan oleh Okaz, yang merupakan media Arab Saudi.
"Saya sangat menghormati Islam, rasanya sungguh luar biasa ketika melihat istri saya berdoa. Tapi rumor yang berkembang bahwa saya pindah ke Islam tidak benar," terang Roberto Carlos kepada Okaz.
Pernikahan Roberto Carlos dan Souheila Tahiri sudah dilangsungkan pada Juli 2026. Roberto Carlos membenarkan pernikahannya dilakukan dengan tata cara Islami, tetapi kemudian ia juga melaksanakan pernikahan secara Kristen.
Pernikahan Roberto Carlos dan Souhaila Tahiri
Roberto Carlos dan Souhaila Tahiri sejatinya punya latar belakang berbeda, tapi mereka disatukan oleh dunia sepak bola. Souhaila adalah seorang pengusaha, namun juga berprofesi sebagai agen sepak bola berlisensi FIFA.
Souhaila Tahiri atau dikenal pula dengan Souhalia Da Silva adalah perempuan Muslim keturunan campuran Maroko-Lebanon. Saat ini Souhaila sudah resmi menjadi istri legenda sepak bola Timnas Brasil dan Real Madrid, Roberto Carlos.
Souhaila sempat terlibat dalam proyek pengembangan sepak bola. Ia bertindak sebagai direktur hubungan internasional di perusahaan Uni Emirat Rabatm yang beroperasi di Spanyol, serta Next Investment di Burkina Faso.
Souhalia punya pengalaman dalam program pengembangan bakat sepak bola. Ia menjadi salah satu pencetus lahirnya Akademi Sepak Bola Mohammed VI, yang kemudian menjadi sarana pengembangan pemain di Maroko.
September 2023, Souhaila terlibat dalam sebuah proyek yang mengharuskannya membawa Roberto Carlos dan Miguel Palencia ke Burkina Faso. Proyek tersebut disinyalir menjadi awal hubungan Souhaila dengan eks legenda Brasil tersebut.
Selepas bekerja sama dalam berbagai proyek olahraga, Carlos dan Souhaila, kemudian terjalin hubungan istimewa. Mereka kemudian menggelar pernikahan tertutup pada 25 Juli 2026. Acara tersebut hanya dihadiri oleh keluarga terdekat saja.

Pernikahan Carlos dan Souhaila lantas menjadi sorotan publik pada Agustus 2026. Pasangan tersebut menggelar pernikahan secara islami, yang turut dihadiri oleh seorang syekh di Maroko.
Akan tetapi Roberto Carlos mengungkapkan bahwa pernikahan dengan cara Islami digelar untuk menghormati latar belakang agama keluarga Souhaila. Setelah itu, Carlos juga melaksanakan pernikahan secara Kristen.
"Perayaan itu digelar lebih dari satu bentuk. Kami memastikan untuk mengadakan upacara yang sesuai dengan keyakinan anggota keluarga, karena mereka penganut Katolik, di samping itu upacara lain yang sesuai untuk istri saya dan teman-teman Muslimnya," jelas Roberto Carlos dikutip dari Goal.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id































