tirto.id - Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri kembali menjadi perbincangan publik setelah insiden aksi demo buruh hingga mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, sekaligus memunculkan kembali perhatian masyarakat terhadap peran Brimob, termasuk gaji dan tunjangannya.
Brimob merupakan satuan operasi khusus di bawah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Brimob kerap diterjunkan untuk menangani situasi ancaman tinggi seperti aksi massa hingga penanggulangan terorisme.
Dengan tugas yang tergolong beresiko, anggota Brimob mendapatkan gaji serta tunjangan yang berbeda-beda sesuai golongan pangkatnya. Per 1 Januari 2024, secara resmi Presiden RI menaikkan gaji Polri sebesar 8%.
Artikel ini akan mengulas secara rinci besaran gaji Brimob dan tunjangannya tahun 2025 berdasarkan golongan kepangkatan.
Besaran Gaji Pokok Brimob Tahun 2025
Besaran gaji pokok Brimob tahun 2025 bisa dipantau berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2024. Isinya mengulas mengenai kenaikan gaji anggota Polri.
Berikut rincian gaji pokok Brimob dari golongan I hingga golongan IV:
Golongan I (Tamtama)
- Bhayangkara Dua (Bharada): Rp1.775.000 – Rp2.741.300
- Bhayangkara Satu (Bharatu): Rp.1830.500 – Rp2.827.000
- Bhayangkara Kepala (Bharaka): Rp1.887.800 – Rp2.915.400
- Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda): Rp1.946.800 – Rp3.006.000
- Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu): Rp2.007.700 – Rp3.100.700
- Ajun Brigadir Polisi (Abrippol): Rp2.070.500 – Rp3.197.700
- Brigadir Polisi Dua (Bripda): Rp2.272.100–Rp3.733.700
- Brigadir Polisi Satu (Briptu): Rp2.343.100–Rp3.850.500
- Brigadir Polisi (Brigpol): Rp2.416.400–Rp3.971.000
- Brigadir Polisi Kepala (Bripka): Rp2.492.000–Rp4.095.200
- Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda): Rp2.570.000–Rp4.223.300
- Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu): Rp2.650.300–Rp4.355.400
- Inspektur Polisi Dua (Ipda): Rp2.954.200–Rp4.779.300
- Inspektur Polisi Satu (Iptu): Rp3.046.600–Rp5.006.500
- Ajun Komisaris Polisi (AKP): Rp3.141.900–Rp5.163.100
- Komisaris Polisi (Kompol): Rp3.240.200–Rp5.324.600
- Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP): Rp3.341.500–Rp5.491.200
- Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol): Rp3.446.000–Rp5.663.000
- Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen): Rp3.553.800–Rp 5.840.100
- Inspektur Jenderal Polisi (Irjen): Rp3.665.000–Rp6.022.800
- Komisaris Jenderal Polisi (Komjen): Rp5.485.800–Rp6.211.200
- Jenderal Polisi: Rp5.657.400–Rp 6.405.500.

Daftar Tunjangan Polisi Tahun 2025 dan Besarannya
Selain mendapatkan gaji pokok, Brimob juga memperoleh sejumlah tunjangan untuk menunjang kesejahteraan mereka dalam menjalankan tugas berisiko tinggi.
Brimob mendapatkan beberapa tunjangan. Di antaranya tunjangan kinerja (tukin), tunjangan pangan, dan tunjangan keluarga (istri atau suami dan tunjangan anak).
Kemudian tunjangan jabatan, tunjangan wilayah perbatasan, serta tunjangan khusus untuk anggota brimob yang bertugas di wilayah Papua.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 103 Tahun 2018, berikut tunjangan kinerja anggota Brimob tahun 2025:
- Kelas jabatan 1: Rp1.968.000
- Kelas jabatan 2: Rp2.089.000
- Kelas jabatan 3: Rp2.216.000
- Kelas jabatan 4: Rp2.350.000
- Kelas jabatan 5: Rp2.493.000
- Kelas jabatan 6: Rp2.702.000
- Kelas jabatan 7: Rp2.928.000
- Kelas jabatan 8: Rp3.319.000
- Kelas jabatan 9: Rp3.781.000
- Kelas jabatan 10: Rp4.551.000
- Kelas jabatan 11: Rp5.183.000
- Kelas jabatan 12: Rp7.271.000
- Kelas jabatan 13: Rp8.562.000
- Kelas jabatan 14: Rp11.670.000
- Kelas jabatan 15: Rp14.721.000
- Kelas jabatan 16: Rp20.695.000
- Kelas jabatan 17: Rp29.085.000
- Kelas jabatan 18: Rp34.902.000.
Tugas dan Fungsi Anggota Brimob
Sebagai pasukan khusus di bawah Polri, Brimob memiliki tugas dan fungsi khusus yang tidak ditangani oleh kepolisian reguler.
Satuan ini dibentuk untuk menghadapi situasi yang membutuhkan kemampuan taktis, kesiapan fisik, maupun keahlian khusus.
Berikut adalah tugas dan fungsi utama Brimob:
1. Penanganan Konflik
Brimob menjadi garda terdepan dalam menangani konflik sosial berskala besar, seperti unjuk rasa, kerusuhan, hingga bentrokan antar kelompok masyarakat yang berpotensi mengancam stabilitas keamanan nasional.
2. Operasi Penanggulangan Terorisme
Melalui satuan khusus Gegana, Brimob terlibat dalam penyergapan, negosiasi, hingga netralisasi terhadap aksi terorisme di wilayah Indonesia. Operasi ini kerap menuntut kecepatan, ketepatan, dan keberanian tinggi karena menyangkut keselamatan masyarakat luas.
3. Penjinakan dan Penanganan Bahan Peledak
Brimob memiliki keahlian dalam menjinakkan bom serta menangani ancamanan bahan peledak. Tugas ini kerap dilakukan unit Gegana yang dilengkapi peralatan modern dan keterampilan teknis khusus.
4. Pengamanan objek vital nasional
Brimob juga mengamankan objek vital strategi, baik milik pemerintah maupun swasta seperti bandara, pelabuhan, tambang, hingga pusat pemerintah, terutama saat terdapat potensi ancaman keamanan.
5. Evakuasi dan penanganan bencana
Selain tugas taktis, brimob juga dilibatkan dalam operasi kemanusiaan seperti evakuasi korban bencana alam, penyaluran bantuan, serta menjaga keamanan di wilayah terdampak bencana.
Apa Bedanya Polisi dan Brimob?
Polisi dan Brimob sama-sama berada di bawah kesatuan Kepolisian NKRI (Polri) bersama dengan satuan lain seperti Korlantas dan Densus 88.
Brimob menempati posisi khusus sebagai satuan elite yang memiliki fungsi dan keterampilan berbeda dari polisi reguler.
Meskipun berada dalam payung organisasi yang sama, terdapat sejumlah perbedaan antara polisi dan Brimob.
Berikut adalah perbedaan polisi dan Brimob:
Tugas Utama
Tugas polisi secara umum diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polisi bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan pelayanan, serta menegakkan hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Brimob ditugaskan untuk menangani operasi dengan risiko tinggi, seperti penanggulangan kerusuhan, konflik bersenjata, aksi terorisme, hingga penjinakan bahan peledak.
Perlengkapan dan Persenjataan
Polisi reguler biasanya menggunakan perlengkapan senjata standar, seperti tongkat, borgol, pistol, serta kendaraan patroli. Seragam polisi umumnya berwarna coklat muda dengan atribut sesuai satuan misalnya topi dan baret.
Berbeda dengan itu, Brimob dilengkapi dengan persenjataan yang lebih lengkap seperti senjata api laras panjang, kendaraan taktis, perlengkapan khusu untuk penjinakan bom. Seragam Brimob juga bervariasi antara lain cokelat khas Polri, hitam untuk satuan Gegana, dan biru tua untuk pasukan Pelopor.
Pelatihan dan Keahlian Khusus
Polisi reguler mendapatkan pelatihan dasar kepolisian, hukum, serta keterampilan pelayanan publik. Mereka berfokus pada penegakkan hukum dan pengayoman masyarakat sehari-hari.
Sedangkan Brimob menjalani pelatihan intensif yang lebih berat mencakup taktik tempur, penggunaan senjata berat, penanggulangan terorisme, penjinakan bahan peledak, hingga kemampuan bertahan pada medan ekstrem.
Informasi terbaru mengenai aksi demo 2025 dipantau melalui tautan di bawah ini:
Penulis: Mar'atus Sholikhah
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































