Menuju konten utama

Rieke Usul DPR Undang Aurelie Moeremans Bahas Child Grooming

Rieke mengatakan pihak Aurelie Moeremans sudah bersedia bila diundang DPR RI membahas child grooming karena berharap ada pembelajaran bagi masyarakat.

Rieke Usul DPR Undang Aurelie Moeremans Bahas Child Grooming
Aurelie Moeramans. instagram/aurelie

tirto.id - Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, mengusulkan agar komisinya menggelar rapat pembahasan child grooming dengan menghadirkan aktris Aurelie Moeremans.

Sebagaimana diketahui, Aurelie belakangan ini tengah ramai diperbincangkan setelah dirinya meliris buku berjudul 'Broken Strings' yang menceritakan pengalaman hidupnya mengalami child grooming. Rieke mengatakan pihak Aurelie sudah bersedia bila diundang DPR RI membahas child grooming karena berharap ada pembelajaran bagi masyarakat.

"Saya mohon ada rapat susulan pimpinan dengan menghadirkan setidaknya orang tua dari AM begitu, yang menulis buku, yang kemudian itu mengungkap kasus ini," kata Rieke dalam rapat Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Rieke berharap pembahasan fenomena ini tidak sekadar menjadi konsumsi viral atau bahan lelucon di media sosial saja sebab kemunculan pihak yang diduga memiliki keterkaitan. Menurutnya, jika terdapat indikasi kuat pelanggaran hukum, maka perlu ada proses hukum yang tegas demi memberikan efek jera.

Dia menuturkan bahwa pembahasan kasus ini juga bakal menjadi ujian bagi penerapan Undang-Undang KUHP yang baru. Sekaligus, efektivitas berbagai regulasi terkait perlindungan anak dan perempuan yang sudah dimiliki Indonesia.

"Tetapi dalam kasus ini saya memohon dukungan dari pimpinan dan anggota sekali lagi untuk ada rapat bersama rapat RDPU bersama orang tua, pengacaranya dan juga kemudian Aurel secara Zoom begitu, secara online," katanya.

"Dan saya berharap bahwa indikasi pelaku yang terus bersuara di media sosial maupun di media untuk tidak hanya kita menjadi bahan lelucon gitu ya tadi. 'That's simple, yang waras' sampai saya nempel di kepala saya," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Perbincangan tersebut menarik perhatian publik tentang makna child grooming serta dampak serius yang dirasakan oleh para penyintasnya.

Broken Strings memuat pengalaman pribadi Aurelie Moeremans saat masih berusia 15 tahun. Pada masa itu, ia menjadi korban grooming oleh laki-laki yang usianya terpaut jauh, hampir dua kali lebih tua.

Dalam kisah tersebut, Aurelie menggambarkan bagaimana ia mengalami manipulasi psikologis dan pengendalian dari pelaku grooming. Melalui buku itu, ia juga menuangkan proses perjuangan menyelamatkan diri dari dampak child grooming terhadap kesehatan mental, sekaligus mengisahkan trauma yang membekas akibat pengalaman tersebut.

Baca juga artikel terkait CHILD GROOMING atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto