Menuju konten utama

Respons PBSI Soal Wasekjen Mundur, Usut Kasus Etika Jalan Terus?

Respons resmi PP PBSI soal mundurnya Wasekjen Rachmat Setiyawan dan tanggapan terkait kelanjutan investigasi dugaan pelanggaran etika. 

Respons PBSI Soal Wasekjen Mundur, Usut Kasus Etika Jalan Terus?
Ilustrasi Badminton. foto/istockphoto

tirto.id - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) merilis tanggapan resmi terkait pengunduran diri Rachmat Setiyawan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen). Mundurnya Wasekjen ini terjadi di tengah investigasi terkait dugaan pelanggaran etika.

Terhitung sejak Senin tanggal 7 Juli 2025 lalu, Wasekjen PBSI Rachmat Setiyawan telah mengajukan surat pengunduran diri. Hal itu ia sampaikan bersamaan dengan proses pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Komite Etik PP PBSI.

Terkait kabar tersebut, PP PBSI kemudian mengeluarkan rilis terkait pengunduran diri Rachmat Setiyawan lewat laman resmi media sosial hari ini, Rabu (9/7/2025).

“Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyempaikan bahwa benar Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Rachmat Setiyawan, telah mengajukan pengunduran dirinya terhitung sejak 7 Juli 2025,” jelas rilis PBSI via laman resmi Instagram federasi.

Wasekjen Mundur, PBSI: Investigasi Dugaan Pelanggaran Etika Tetap Lanjut

Pihak PBSI juga menyampaikan bahwa saat ini proses terkait dugaan pelanggaran etika oleh Rachmat Setiawan masih berlanjut. Namun demikian, PBSI belum mengungkap secara gamblang terkait kasus dugaan pelanggaran etika tersebut.

PBSI memastikan proses pengkajian secara menyeluruh masih dilakukan langsung oleh tim bentukan Ketua Komite Etik.

Secara garis besar, PP PBSI menghormati segala keputusan yang diambil oleh Rachmat Setiyawan sebagai pilihan pribadi. Segala proses terkait hal ini sudah berjalan sesuai mekanisme internal serta prinsip tata kelola organisasi, yang menjunjung tinggi etik dan akuntabilitas.

“Kami memahami bahwa dalam tiap proses transformasi organisasi, dinamika dan respons di ruang publik adalah hal wajar. Namun demikian, PP PBSI tetap fokus pada agenda besar organisasi: memperkuat sistem tata kelola profesional, transparan, dan akuntabel,“ tegas PBSI.

“Setiap langkah dan kebijakan yang diambil berpijak pada sistem yang terukur, bukan pada opini atau persepsi semata,” imbuh keterangan PBSI.

Pihak PBSI memandang bahwa keputusan pengunduran diri Rachmat Setiyawan dari posisi Wasekjen menjadi cerminan bahwa sistem pengawasan dan check dan balances di lingkungan PP PBSI sudah berjalan sebagaimana mestinya.

Baca juga artikel terkait PBSI atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Badminton
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya