tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya diplomat muda Arya Daru Pangayunan. Arya Daru ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi wajah tertutup lakban di kamar indekosnya.
“Semoga almarhum [diterima] di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan bisa tenang di samping-Nya. Dan semangat yang beliau tinggalkan di seluruh jajaran, di teman-temannya, di lingkungan Kementerian Luar Negeri itu bisa diteruskan,” ucap Sugiono di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Jumat (1/8/2025) malam.
Sugiono mengakui bahwa profesi diplomat sarat dengan tantangan. Menurutnya, ada suka-duka yang dijalani seorang diplomat dalam menjalankan tugasnya.
“Jadi diplomat itu ya namanya mengabdi ya, ada suka dan duka. Banyak tantangan,” jelas dia.
Sekjen Partai Gerindra ini pun telah mengunjungi keluarga almarhum untuk menyampaikan dukungan secara pribadi dan resmi. Pihaknya juga telah menyerahkan proses hukum dan investigasi terkait penyebab kematian Arya kepada instansi berwenang.
“Kami sudah menyerahkan semua proses hukum dan investigasi penyelidikannya kepada pihak yang berwenang,” ucapnya.
Sebelumnya, Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) menengarai bahwa Arya Daru mengalami burn out atau kelelahan mental di akhir hayatnya. Ia diduga stres dengan beban kerja yang diembannya.
Ketua Umum Apsifor, Nathanael E. J. Sumampouw, menyatakan bahwa Arya kesulitan dalam mengekspresikan emosi negatif yang kuat, terutama dalam situasi tekanan tinggi.
"Tekanan dihayati secara mendalam sehingga mempengaruhi bagaimana almarhum memandang dirinya, memandang lingkungan, bagaimana almarhum memandang lingkungan, memandang masa depan," katanya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025) lalu.
Kepolisian menyatakan kematian Arya Daru tidak melibatkan pihak lain. Namun demikian, aparat membuka diri bila nantinya terdapat bukti baru yang memberikan fakta berbeda.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id

































