Menuju konten utama

Rekor Head to Head Messi vs Muller: Siapa Lebih Banyak Menang?

Rekor head to head Lionel Messi vs Thomas Muller dan statistik: siapa yang lebih banyak menang jelang final MLS 2025 & berapa gol yang dicetak?

Rekor Head to Head Messi vs Muller: Siapa Lebih Banyak Menang?
Penyerang Inter Miami asal Argentina, Lionel Messi, menerima kartu kuning dari wasit Polandia, Szymon Marciniak, dalam pertandingan Grup A Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 antara Inter Miami dari AS dan Palmeiras dari Brasil di Stadion Hard Rock, Miami, pada 23 Juni 2025. (Foto oleh Chandan Khanna / AFP)

tirto.id - Bagaimana rekor head to head Lionel Messi vs Thomas Muller menjelang final MLS 2025 antara Inter Miami vs Whitecaps Vancouver pada Minggu (7/12/2025) pukul 02.30 WIB? Mengacu statistik, siapa yang lebih banyak menang antara kedua pemain? Apakah benar Muller adalah kryptonite alias sosok pejinak La Pulga?

Final MLS Cup 2025 akan menentukan apakah Inter Miami mendapatkan trofi MLS pertama mereka, ataukah justru gelar tersebut direbut oleh Vancouver Whitecaps FC. Di dalam kedua kubu tersebut, ada Messi dan Muller yang punya jejak rivalitas panjang saat mereka bermain di Eropa. Keduanya pernah total 10 kali bertemu sepanjang sejarah.

Rekor Head-to-Head Messi vs Müller: Siapa Lebih Banyak Menang?

Sebelum laga final MLS Cup 2025, Messi dan Müller telah berjumpa sebanyak 11 kali dalam berbagai kompetisi, termasuk klub dan Timnas. Dari pertemuan tersebut, Müller memegang dominasinya, dengan 8 kemenangan melawan Messi. Sebaliknya, La Pulga hanya meraih 3 kali menang dari sang Raumdeuter.

La Pulga tercatat menghadapi Muller dengan 3 seragam berbeda, yaitu Barcelona dan PSG di level klub, dan Argentina di level internasional. Sebaliknya, Muller selalu jumpa Messi dengan kostum Bayern Munchen di level klub. Ia juga jadi momok La Pulga di level internasional saat ada di Timnas Jerman.

Berikut ini rekor head to head Lionel Messi vs Thomas Muller berdasarkan pertemuan paling lama (3 Maret 2010) hingga yang terbaru (8 Maret 2023).

TanggalPertandinganKompetisiCatatan Utama
3 Maret 2010Jerman 0–1 ArgentinaFriendlyPertemuan pertama. Argentina menang lewat gol Higuaín.
3 Juli 2010Jerman 4–0 ArgentinaPiala Dunia 2010 – Perempat FinalMüller cetak gol pembuka; Jerman menang besar.
15 Agustus 2012Jerman 1–3 ArgentinaFriendlyMessi mencetak gol; Argentina kembali menang.
23 April 2013Bayern 4–0 BarcelonaUCL Semifinal Leg 1Müller cetak 2 gol + 1 assist.
24 Juli 2013Bayern 2–0 BarcelonaUli Hoeness Cup (Friendly)Laga pramusim; Bayern dominan.
6 Mei 2015Barcelona 3–0 BayernUCL Semifinal Leg 1Messi mencetak 2 gol; performa ikonik.
12 Mei 2015Bayern 3–2 BarcelonaUCL Semifinal Leg 2Müller cetak 1 gol; Barça lolos agregat.
13 Juli 2014Jerman 1–0 ArgentinaFinal Piala Dunia 2014Müller tak mencetak gol; Jerman juara dunia.
14 Agustus 2020Bayern 8–2 BarcelonaUCL Perempat FinalMüller cetak 2 gol; kekalahan paling memalukan Barça era Messi.
14 Februari 2023PSG 0–1 BayernUCL 16 Besar Leg 1Müller masuk sebagai pemain pengganti.
8 Maret 2023Bayern 2–0 PSGUCL 16 Besar Leg 2Pertemuan terakhir Messi vs Müller di Eropa.

Dari 11 pertemuan itu, Thomas Muller tidak hanya unggul dalam jumlah kemenangan. Raumdeuter juga lebih banyak mencetak gol daripada Lionel Messi. Muller membobol gawang tim Messi sebanyak 7 kali, dengan rincian 2 gol dalam pembantaian Barca 4-0 di semifinal UCL 2013, 2 gol dalam pembantaian lain dengan skor 8-2, 1 gol saat Jerman mencukur Argentina 4-0, dan 1 gol saat Bayern kalah 2-3 dari Barcelona di Allianz Arena pada 2015.

Sementara itu, Lionel Messi hanya mencetak 3 gol dalam 11 pertemuan dengan Muller. Ini terjadi saat ia mengemas brace untuk kemenangan 3-0 Barcelona atas Bayern di semifinal UCL 2015. Gol lain datang dalam laga uji coba Jerman vs Argentina yang ditutup dengan skor 1-3 pada 2012.

Secara historis Müller bisa dikatakan memiliki keunggulan signifikan atas Messi, baik dalam konteks kemenangan langsung, maupun jumlah gol saat bertemu.

Banyak dari kemenangan Müller atas Messi terjadi pada momen krusial. Misalnya, saat Bayern membantai Barcelona 4-0 dan 8-2, juga dalam laga Jerman yang menyikat Argentina 4-0. Catatan selisih gol yang besar itu melekat di ingatan para penggemar. Ini jadi bagian dari narasi “kryptonit”: bahkan pemain terbaik dunia sekalipun bisa punya titik lemah dalam bentuk sosok tertentu.

Menjelang laga final MLS Cup 2025 antara Inter Miami maupun Vancouver Whitecaps, Muller mengaku bahwa pertandingan ini bukan sekadar soal dia melawan Messi, melainkan tim vs tim. Tapi tak bisa dipungkiri, rivalitas personal mereka menjadi magnet bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.

Bagi pendukung Messi dan Inter Miami, final MLS 2025 ini menjadi kesempatan emas La Pulga untuk menutup sebuah bab buruk dalam catatan head-to-head lawan Muller. Ia bisa memenangkan trofi ke -48, sekaligus menandai bahwa sejarah bisa ditulis ulang di lapangan hijau. Namun, Muller tentu juga berambisi sekali lagi menjadi “kryptonit” bagi Messi yang belakangan diklaim sebagai sang GOAT sejati.

Baca juga artikel terkait LIONEL MESSI atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Sepakbola
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya