Menuju konten utama

6 Rekomendasi Saham 18 Juni 2025, Target Harga, & Analisanya

Cek 6 saham yang direkomendasikan hari ini, bisa menjadi pertimbangan Anda untuk membeli. Lengkap dengan target harga dan analisa.

6 Rekomendasi Saham 18 Juni 2025, Target Harga, & Analisanya
Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/3/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Setelah beberapa hari ditutup melemah, akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat kemarin. Pada perdagangan Selasa, 17 Juni 2025, IHSG kembali menguat +38.26 (0.54%) ke level 7,155.85. Ada enam rekomendasi saham pilihan hari ini, termasuk saham blue chip yang cukup digemari untuk investasi.

Bursa saham regional Asia pada perdagangan sore kemarin, indeks Nikkei menguat 225.41 poin atau 0,59% ke 38,536.74, indeks Hang Seng melemah -80.69 poin atau 0.34% ke 23,980.30.

Indeks Shanghai melemah 2,36 poin atau 0,09% ke 3.385,76, dan indeks Strait Times menguat 9,12 poin atau 0,23% ke 3.917,33.

Pergerakan IHSG Hari Ini

IHSG pada perdagangan Selasa pagi kemarin, dibuka menguat 56,50 poin atau 0,79% ke level 7.174,09. Posisi ini bertahan hingga penutupan pertama perdagangan dan juga hingga penutupan sore ini.

Konflik geopolitik antara Iran vs Israel disinyalir tidak terlalu berpengaruh pada perdagangan IHSG.

“Saya melihat untuk dampak dari perang Israel-Iran tidak banyak berpengaruh terhadap pasar keuangan kita, termasuk juga di pasar FX (valuta asing) ataupun pergerakan rupiah terhadap dolar,” ungkap Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto dikutip Antara (17/6).

Rekomendasi Saham 18 Juni 2025, Target Harga, dan Analisanya

Berikut rekomendasi saham pilihan hari ini, Rabu, 18 Juni 2025 dari beberapa sekuritas:

1. AADI (Adaro Andalan Indonesia Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 7.500
  • Stop Loss: 7.100
  • Harga Penutupan: 7.175
Saham AADI menunjukkan tanda-tanda berbalik arah ke tren naik (reversal). Pola pergerakan harganya membentuk yang disebut “rounding bottom”, yaitu pola melengkung seperti mangkuk yang biasanya menandakan harga akan naik perlahan ke area Rp7.500-Rp7.600. Indikator teknikal bernama MACD juga menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah, memberi sinyal bahwa potensi kenaikan harga masih terbuka.

2. RAJA (Rukun Raharja Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 2.930
  • Stop Loss: 2.750
  • Harga Penutupan: 2.750
Saham RAJA menunjukkan potensi untuk lanjut naik (bullish continuation) karena saat ini harganya bergerak di atas garis rata-rata pergerakan (MA) 5, 20, dan 100 hari. Ini berarti secara teknikal, trennya masih positif. Untuk kinerja keuangannya, RAJA mencatatkan pendapatan naik 7,2% secara tahunan (yoy) di kuartal I 2025, menjadi sekitar USD 66 juta. Namun, laba bersihnya sedikit turun 6,6% dibanding tahun lalu, menjadi USD 6,72 juta.

3. BUMI (Bumi Resources Tbk)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 132
  • Stop Loss: 124
  • Harga Penutupan: 127
Saham BUMI saat ini sedang berada dalam tren naik (uptrend) karena harganya bergerak di atas garis rata-rata pergerakan (MA) 20 dan 100 hari. Ini artinya, tren jangka pendek dan menengahnya positif. Ada peluang memanfaatkan potensi pembalikan arah naik (reversal), dengan area support di harga Rp125–Rp127.

4. BBCA (Bank Central Asia Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 11.000
  • Harga Penutupan: 9.075
Laba bank (tanpa anak usaha) naik sebesar 16% dibanding tahun lalu dalam lima bulan pertama tahun 2025 (5M25). Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit (pinjaman) yang sehat sebesar 12%, serta biaya risiko kredit (kerugian karena kredit macet) yang tetap rendah di 0,4%. Analis masih merekomendasikan saham bank ini untuk dibeli (retain buy), karena kinerjanya tetap solid.

5. MIKA (PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 2.810
  • Harga Penutupan: 2.500
Pergerakan harga utama dan jangka menengah saham ini belum menunjukkan arah naik atau turun yang jelas. Sejak November 2024 hingga Februari 2025, harga cenderung bergerak mendatar.

Indikator RSI menunjukkan momentum yang fluktuatif di sekitar level 50 artinya momentum harga tidak kuat ke arah naik atau turun. Indikator MACD masih bertahan di area Overbought menunjukkan bahwa harga saham sudah berada di tingkat yang cukup tinggi dalam waktu tertentu, sehingga ada kemungkinan harga akan turun dalam waktu dekat.

6. TOWR (Sarana Menara Nusantara Tbk.)

  • Rekomendasi: Neutral
  • Target Harga: 600
  • Harga Penutupan: 535
Sarana Menara Nusantara Tbk. menghabiskan sekitar Rp1,1 triliun untuk pembangunan infrastruktur atau pembelian alat hingga kuartal pertama tahun 2025. Perusahaan ingin fokus menggunakan uangnya untuk ekspansi bisnis dan membayar utang terlebih dahulu, karenanya mereka kemungkinan tidak akan membagikan dividen besar dalam dua tahun terakhir.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait SAHAM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra