Menuju konten utama

Rehabilitasi Sawah Tahap II Aceh Dikebut, SID Rampung 2 Bulan

Rehabilitasi sawah tahap II di Aceh dipercepat dengan target SID rampung kurang dari dua bulan agar konstruksi dan pemulihan lahan segera dimulai.

Rehabilitasi Sawah Tahap II Aceh Dikebut, SID Rampung 2 Bulan
Kaposkowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA. FOTO/dok.Istimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Upaya pemulihan lahan pertanian pascabencana di Aceh memasuki tahap persiapan rehabilitasi sawah tahap II. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh mendorong proses perencanaan konstruksi dipercepat agar pengerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai.

Kaposkowil Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, mengatakan rehabilitasi sawah tahap II akan melibatkan perguruan tinggi di Aceh, khususnya dalam pelaksanaan Survey Investigation and Design (SID).

Menurutnya, pengalaman pada tahap sebelumnya menunjukkan proses SID membutuhkan waktu lebih dari dua bulan. Untuk tahap II, perguruan tinggi diminta mempercepat penyusunan SID agar tahapan konstruksi tidak kembali tertunda.

“Kami minta kepada kampus, kalau kemarin pengerjaan Survey Investigation and Design dilakukan lebih dari dua bulan, hari ini kita minta SID-nya dipercepat supaya tahap konstruksinya bisa dimulai lebih cepat. Kalau bisa jangan sampai dua bulan, kurang dari dua bulan,” kata Safrizal.

Ia menegaskan percepatan SID menjadi penting karena pemulihan lahan tidak berhenti pada tahap perencanaan. Setelah desain dan investigasi selesai, pekerjaan konstruksi di lapangan diharapkan dapat langsung dilaksanakan.

Safrizal menyebut persiapan rehabilitasi sawah tahap II saat ini terus dilakukan. Kementerian Pertanian, kata dia, juga memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut, termasuk dari sisi penganggaran.

“Kementerian Pertanian sangat antusias dan anggarannya juga sudah disiapkan. Semoga ini bisa terwujud segera,” ujarnya.

Bukan Sekadar Pulihkan Lahan, Air Harus Segera Mengalir

Percepatan rehabilitasi sawah juga harus berjalan beriringan dengan pemulihan sistem pengairan. Tanpa dukungan air yang memadai, lahan yang telah dipulihkan belum tentu dapat segera dimanfaatkan petani untuk kembali bercocok tanam.

Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Firdaus, menekankan pentingnya percepatan penyediaan air bagi lahan sawah yang telah dioptimalkan.

Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam di Provinsi Aceh di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Jumat (7/8/2026).

Menurut Firdaus, pemulihan lahan harus diikuti dengan pembangunan atau pemulihan sistem pengairan. Sebab, tujuan akhir rehabilitasi bukan hanya mengembalikan kondisi lahan, tetapi memastikan petani dapat kembali menanam dan menghasilkan produksi pangan.

“Yang paling penting sekarang bagaimana air segera mengalir ke lahan sawah yang telah dioptimalisasi. Setelah air tersedia, petani harus segera tanam, sehingga lahan yang sudah kita pulihkan dapat kembali menghasilkan dan mendukung peningkatan produksi pangan,” ujar Firdaus.

Dengan demikian, percepatan SID untuk rehabilitasi sawah tahap II menjadi salah satu mata rantai penting dalam pemulihan pertanian Aceh. Semakin cepat perencanaan selesai, semakin cepat pula konstruksi dapat dimulai, dan pada akhirnya semakin cepat lahan kembali didukung infrastruktur pengairan dan dimanfaatkan petani.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan sawah yang terdampak bencana, tetapi juga mempercepat kembalinya aktivitas produksi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Aceh.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis