Ratusan Arsip Rahasia Pembunuhan Kennedy Masih Ditangguhkan Trump

Oleh: Yuliana Ratnasari - 27 Oktober 2017
Dibaca Normal 2 menit
Trump ingin membuka semua arsip rahasia negara terkait penembakan Presiden Kennedy, namun diminta untuk memberikan pengecualian enam bulan terhadap beberapa dokumen.
tirto.id - Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan perilisan sekitar 2.800 arsip yang berkaitan dengan pembunuhan John F Kennedy lebih dari 50 tahun setelah kejadian tersebut. Namun, ia juga sepakat untuk menahan ratusan dokumen lainnya yang oleh badan intelijen AS masih dianggap sensitif.

Dokumen tersebut dipublikasikan di situs Arsip Nasional pada Kamis (26/10/2017), membuat para analis mempelajari dengan teliti masing-masing ratusan ribu halaman itu. Beberapa di antaranya ditulis tangan, termasuk plot pembunuhan CIA dan kecenderungan politik Martin Luther King Jr.

Trump mengatakan bahwa dia ingin membuka semua arsip rahasia negara terkait penembakan Presiden ke-35 AS tahun 1963 itu, namun telah dibujuk untuk memberikan pengecualian enam bulan terhadap beberapa dokumen.

Seperti dilansir The Independent, Jumat (27/10/2017), sebagian besar arsip yang tidak dipublikasikan itu berasal dari CIA dan FBI, dan beberapa fakta yang dipegang kemungkinan akan memicu teori konspirasi lebih lanjut, dan malah membuat dokumen itu hilang.

Ketika ditanya apakah Trump marah karena dia tidak dapat memenuhi usahanya untuk melepaskan semua dokumen, beberapa orang menduga penundaan tersebut merupakan penghinaan yang disengaja dari badan intelijen setelah terjadi bentrokan berulang antara Presiden AS itu dan pejabat senior di berbagai instansi.

"Presiden ingin memastikan transparansi penuh dan dia pikir badan intelijen dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mengurangi konflik apapun lewat kebijakan redaksional dan mendapatkan informasi ini secepat mungkin," sebuah pejabat pemerintahan senior mengatakan kepada wartawan.

Tak lama setelah pejabat pemerintah berbicara, Gedung Putih mengeluarkan sebuah memorandum dari Presiden Trump yang mengatakan bahwa "harapan masyarakat Amerika - dan khalayak - pemerintahnya memberikan akses sebanyak mungkin kepada Catatan Pembunuhan Presiden John F Kennedy agar pada akhirnya masyarakat diinformasikan sepenuhnya tentang semua aspek dari peristiwa penting ini.”

Memo itu menambahkan: "Pada saat yang sama, departemen dan lembaga eksekutif telah mengusulkan kepada saya bahwa informasi tertentu harus terus disusun karena masalah keamanan nasional, penegakan hukum, dan urusan luar negeri. Saya tidak punya pilihan - hari ini – selain menerima adanya kebijakan redaksional daripada membiarkan kerugian yang mungkin tidak dapat dipulihkan kembali untuk keamanan negara kita."

Pembunuhan Kennedy yang terjadi saat ia mengunjungi Dallas bersama Ibu Negara, Gubernur Texas John Connally dan istrinya, Nellie; tetap menjadi salah satu momen paling ikonik dan kontroversial dalam sejarah modern AS.

Setahun setelah pembunuhan tersebut, Warren Commission, yang menyelidiki penembakan presiden karismatik berusia 46 tahun itu, menyimpulkan bahwa Kennedy telah dibunuh oleh Lee Harvey Oswald, seorang mantan marinir berusia 24 tahun.

Bertentangan dengan spekulasi dan teori yang hebat, penyelidikan menyeluruh komisi tersebut menyimpulkan pemuda bermasalah tersebut, yang telah beremigrasi ke Rusia selama dua tahun, telah bertindak sendiri. Tidak ditemukan bukti bahwa Rusia, Kuba, mafia, atau salah satu dari banyak negara lain, organisasi atau individu yang mungkin telah bermasalah dengan Kennedy, terlibat.

Namun, selama 54 tahun, gagasan itu tidak lagi sesuai dengan publik Amerika daripada saat pembunuhan tersebut terjadi. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh situs FiveThirtyEight menemukan bahwa dua pertiga masyarakat menolak temuan resmi tersebut dan percaya bahwa ada lebih dari satu orang bersenjata yang terlibat.

Para ahli mengatakan bahwa arsip tersebut tidak mungkin memberikan rincian baru yang menakjubkan mengenai pembunuhan Kennedy. Meski begitu, pemerintah AS beralasan, mempublikasikan sebagian besar arsip itu akan membantu menghilangkan kecurigaan adanya sebuah persekongkolan.

Namun, penangguhan sejumlah dokumen yang dinilai sensitif justru akan menjadi bahan bakar bagi beberapa orang yang percaya bahwa badan intelijen tidak mau bekerja sama.

"Selama pemerintah menahan dokumen seperti ini, akan menimbulkan kecurigaan bahwa ada bukti tak terbantahkan di luar sana mengenai pembunuhan Kennedy," kata Patrick Maney, seorang sejarawan presidensial di Boston College, mengatakan kepada Associated Press.

Koleksi arsip rahasia ini mencakup lebih dari 3.100 dokumen, terdiri dari ratusan ribu halaman, yang belum pernah dilihat publik. Sekitar 30.000 dokumen dirilis sebelumnya, meski dengan kebijakan redaksional.

Para ahli mengatakan badan intelijen-lah yang mendorong Trump untuk menyimpan beberapa bahan rahasia yang tersisa.

"Jelas ada dokumen, jamak, berkas, banyak, yang menarik baginya [Trump]," ujar sejarawan University of Virginia Larry Sabato, yang juga salah satu pejabat Kennedy, mengatakan tentang tekanan pada Trump. "Saya diberitahu pihak terpercaya bahwa [tekanan] ini berlanjut dan telah meningkat."

Baca juga artikel terkait ARSIP RAHASIA atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight