Menuju konten utama

Ramadhan 2024 Berapa Hijriah & Kapan Awal Puasa NU-Muhammadiyah?

Ramadhan 2024 termasuk tahun Hijriah ke berapa? Awal puasa NU-Muhammadiyah sama atau berbeda? Simak penjelasannya.

Ramadhan 2024 Berapa Hijriah & Kapan Awal Puasa NU-Muhammadiyah?
ilustrasi foto ramadhan 2024. foto/istockphoto

tirto.id - Kalender Hijriah atau Islam akan memasuki edisi 1445-1446 selama tahun 2024 Masehi. Lantas, bulan Ramadhan 2024 termasuk berapa Hijriah? Kapan awal puasa Ramadhan 2024 versi NU dan Muhammadiyah?

Kalender Hijriah biasa digunakan umat Islam untuk menentukan penanggalan, termasuk bulan Ramadhan. Hijriah terdiri dari 12 bulan. Ramadhan adalah urutan ke-9.

Daftar lengkap bulan versi Hijriah terdiri dari Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, dan Jumadil Akhir. Kemudian dilanjutkan Rajab, Sya'ban, Ramadan, Syawal, Dzulkaidah, serta ditutup bulan Dzulhijjah.

Ramadhan 2024 Tahun Berapa Hijriah?

Sejarah awal penggunaan Hijriah sebagai kalender Islam dilakukan semasa kalifah Umar Bin Khattab. Mereka menggunakan hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai titik mula.

Penggunaan istilah Hijriah berasal dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah tahun 622 Masehi hingga dimulai awal penggunaan kalender Hijriah.

Berbeda dengan sistem Masehi yang memulai hari pada pukul 00.00 waktu setempat, kalender Hijriah memulai hari pada saat matahari terbenam atau sekitar waktu magrib.

Satu tahun Hijriah mencakup 354-355 hari. Akibatnya, waktu Hijriah lebih pendek daripada Masehi (365-366 hari). Selisihnya mencapai 11-12 hari.

Sejak dimulai penanggalan Hijriah, kalender Islam hingga kini sudah memasuki tahun 1445. Dengan demikian, Ramadhan 2024 termasuk 1445 Hijriah.

Tahun 1445 H akan berakhir pada bulan Juli 2024. Tahun baru Islam mulai memasuki edisi 1446 Hijriah sekitar tanggal 7 Juli 2024 alias 1 Muharram 1446 H.

Kapan Awal Puasa NU-Muhammadiyah 2024 & Apa Berbeda?

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah mengeluarkan Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1445 Hijriah.

Isi maklumat di antaranya 1 Ramadhan 1445 Hijriah ditetapkan pada hari Senin, tanggal 11 Maret 2024. Hal ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Cara ini mensyaratkan 3 poin terjadinya bulan baru, yakni ijtimak, ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan bulan masih di atas ufuk pada saat matahari terbenam.

Hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah pada Minggu, 10 Maret 2024 atau 29 Syaban 1445 H menunjukkan ijtimak terjadi pada pukul 16:07:42 WIB.

Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah +00 derajat 56' 28''. Hilal sudah wujud. Pada saat matahari terbenam, bulan sudah di atas ufuk kecuali di Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Oleh sebab itu, kalangan Muhammadiyah bakal memulai tarawih pertama pada hari Minggu, 10 Maret 2024, atau setelah waktu isya.

Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 juga berisi penetapan 1 Syawal 1445 H pada hari Rabu, 10 April 2024. Alhasil, warga Muhammadiyah menjalani ibadah puasa Ramadhan 1445 H selama 30 hari penuh.

Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) kemungkinan besar akan mulai menjalani awal puasa Ramadhan 1445 H pada hari Selasa, 12 Maret 2024.

NU memakai metode rukyatul hilal. Berdasarkan pengamatan posisi hilal dari sisi tinggi maupun elongasi yang dilakukan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), hilal tidak mungkin dapat dirukyat pada tanggal 29 Syaban 1445 H atau hari Minggu, 10 Maret 2024.

Data perhitungan falak menunjukkan tinggi hilal 0 derajat 11 menit 25 detik. Ijtima atau konjungsi terjadi pada Minggu, 10 Maret 2024 pukul 16:00: 50 WIB. Titik markas Jakarta berlokasi di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, dengan koordinat koordinat 6º 11' 25" LS 106º 50' 50" BT.

Letak matahari terbenam berada pada posisi 3 derajat 55 menit 36 detik selatan titik barat. Letak hilal pada posisi 5 derajat 7 menit 23 detik selatan titik barat. Kedudukan hilal berada pada 1 derajat 11 menit 27 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 2 derajat 30 menit 25 detik.

Meskipun demikian, LF PBNU tetap menggelar rukyatul hilal awal Ramadhan 1445 H hari Minggu, 10 Maret 2024 atau 29 Syaban 1445 H, di 50-60 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Keutamaan Bulan Ramadhan: Pintu Surga Dibuka

Bulan Ramadhan memiliki berbagai keutamaan atau keistimewaan. Hal ini tidak dimiliki bulan-bulan lain dalam kalender Hijriah.

Salah satu keutamaan tersebut ialah diturunkannya kitab suci umat Islam: Al-Quran. Berikut adalah sederet kemuliaan bulan Ramadhan:

1. Al-Quran Diturunkan

Al-Quran diturunkan selama bulan Ramadhan. Alhasil, bulan suci Ramadhan menjadi yang paling istimewa. Kemuliaan ini dapat ditemukan melalui firman Allah SWT surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur,".

2. Lailatul Qadar

Lailatul qadar adalah malam yang sangat istimewa dan hanya terjadi selama bulan Ramadhan. Bahkan, disebut-sebut lebih baik daripada seribu bulan.

Dalam surah Al-Qadr ayat 2-3, diterangkan,"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan,".

3. Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup

Selama bulan Ramadhan, pintu surga akan dibuka. Di lain sisi, pintu neraka akan ditutup. Selain itu, setan akan dibelenggu.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

"Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan," (HR Ahmad).

Dengan demikian, bulan Ramadhan menjadi kesempatan mulia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak amalan ibadah.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2024 atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus