Menuju konten utama

Qodari Setuju Anggaran MBG Dialihkan Bila Tak Terserap Maksimal

Qodari berharap tidak ada uang negara yang menganggur akibat tidak terserap dengan baik di pos-pos program pemerintah.

Qodari Setuju Anggaran MBG Dialihkan Bila Tak Terserap Maksimal
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, di sela acara DGVeRS, di SPARK Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025). tirto.id/Qonita

tirto.id - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, mendukung Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yang berniat mengalihkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila tidak terserap dengan maksimal ke program-program prioritas pemerintah lainnya.

Dia menilai, pengalihan anggaran ini dapat menjadikan anggaran belanja pemerintah lebih cepat terserap dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya kalau jadi Pak Purbaya juga sama, dana yang 90 [persen] ini kalau enggak turun-turun, lebih baik didistribusikan kepada program-program yang lain. Agar apa? Agar ekonomi bergerak, kesejahteraan masyarakat juga terpenuhi. Jadi, saya kira itu secara logika sudah sangat-sangat tepat,” kata Qodari, saat ditemui di sela acara DGVeRS 2025, di Spark Senayan, Jakart Pusat, Sabtu (20/9/2025).

Hanya saja, setelah dana MBG dialihkan, pemerintah harus memastikan teknis pelaksanaan program terus berjalan dengan baik. Harapannya, dana yang sudah dialihkan ke pos program prioritas lain tersebut akan terserap secara maksimal.

Sebab, jika dana telah dialihkan dan penyerapan anggaran di program prioritas lain itu juga tidak berjalan dengan baik, duit negara hanya akan menganggur (dormant). Pada akhirnya, belanja yang telah dialokasikan pemerintah tidak akan mampu menggerakkan ekonomi Indonesia.

“Ingat, Pak Purbaya ini kan konsep beliau ini kan menggas pertumbuhan. Sehingga, dana-dana yang tadinya istilahnya dormant atau diam, itu harus turun ke masyarakat. Nah, kalau sudah dianggarkan lalu enggak turun, apalagi jumlahnya besar. Itu kan juga mirip-mirip juga tuh, dananya kan dormant atau tidur juga. Makanya harus didistribusikan kepada program-program yang lain,” tegas Qodari.

Sebelumnya, Purbaya mengancam akan mengalihkan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) jika penyerapan anggaran tidak berjalan maksimal. Dana yang tak terserap tersebut rencananya akan dialihkan untuk membayar utang atau mengurangi defisit.

“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapan hanya akan sekian, ya kami ambil. Kami sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang. Jadi pada dasarnya tidak ada uang nganggur di departemen ataupun di kementerian,” katanya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Ia pun menekankan, meskipun MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, perlakuan terhadap anggarannya tetap sama dengan program kementerian/lembaga lainnya: Kementerian Keuangan akan menerapkan prinsip stick and carrot.

“Ini stick and carrot. Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya. Tapi hitungan kami tidak mungkin kelihatannya, maka kami mau lihat dan perbaiki. Kami bantu kalau bisa,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa BGN telah setuju untuk mengembalikan dana yang tidak terserap. Daripada memberikan gertakan, Purbaya mengaku yang dilakukan ini adalah untuk membantu agar penyerapan anggaran MBG dapat berjalan lebih cepat.

“Justru kita membantu MBG biar diserap lebih cepat. Tapi kalau saya enggak ada sanksi, ya mereka santai-santai aja lah,” tegas Purbaya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto