tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku terus mewaspadai dampak fenomena El Nino terhadap sektor pangan dan energi. Menurutnya, El Nino yang diperkirakan akan berlangsung hingga kuartal I 2027 serta dapat berpotensi mengganggu produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi.
"Selain berbagai risiko tersebut, kita juga mewaspadai dampak fenomena El Niño terhadap sektor pangan dan energi," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Purbaya khawatir, fenomena cuaca tersebut akan dapat mendorong peningkatan harga berbagai komoditas. Oleh karena itu, mantan Ketua Dewan LPS ini memandang langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini.
"Gangguan terhadap produksi dan distribusi pangan serta pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga hingga memerlukan langkah antisipatif yang tepat sejak dini," tutur dia.
Apalagi, kata Purbaya, El Nino muncul bersamaan dengan berbagai tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian global. Sejumlah risiko tersebut antara lain meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan global, serta penguatan kebijakan proteksionisme.
Berbagai risiko tersebut, lanjut Purbaya, dapat mengganggu rantai pasok global dan meningkatkan volatilitas harga. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap inflasi, suku bunga, dan nilai tukar di dalam negeri.
"Situasi ini menciptakan tantangan yang tidak mudah bagi otoritas moneter dan fiskal di berbagai negara," imbuhnya.
Di satu sisi, inflasi harus tetap dijaga agar berada pada tingkat yang terkendali. Namun, di sisi lain, kebijakan yang terlalu agresif berisiko menahan aktivitas ekonomi dan memperlambat pertumbuhan.
Meski demikian, Purbaya menilai perekonomian Indonesia masih memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut.
“Namun, kita bersyukur di tengah keadaan pasca yang global saat ini, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat,” ujarnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id







































