Menuju konten utama

Purbaya Sindir Bos Himbara Terlalu Nyaman, Akhir Pekan Main Golf

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu meminta Himbara mencari proyek-proyek sendiri yang berpotensi memberikan nilai pengembalian (return) tinggi.

Purbaya Sindir Bos Himbara Terlalu Nyaman, Akhir Pekan Main Golf
Kemenkeu Purbaya Yudhi Sadewa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai bos-bos bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sudah terlalu nyaman dengan kondisi industri perbankan.

Meskipun tidak melakukan upaya apa pun, mereka tetap bisa memperoleh keuntungan besar karena selisih imbal hasil (spread) atas investasi yang dijalankan masing-masing perseroan cukup tinggi. Alih-alih giat menggenjot penyaluran kredit atau pembiayaan, bos-bos bank pelat merah justru lebih memilih bermain golf tiap akhir pekan.

"Karena bisa naruh (investasi) di tempat yang aman, nggak ngapain-ngapain, dapat spread cukup, untung yang gede. Jadi mereka setiap Sabtu, Minggu main golf kali," kata dia kepada awak media di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025).

Hal ini patut disayangkan karena pada dasarnya para petinggi bank pelat merah adalah orang-orang pintar di bidangnya. Namun, karena malas, realisasi penyaluran kredit tak kunjung mengalami peningkatan.

"Mereka kan orang-orang pinter. Cuman selama ini males," tambahnya.

Karena itu, kendati dana segar telah dikucurkan pemerintah sejak Senin kemarin, Purbaya enggan mengakomodasi bos-bos bank Himbara secara khusus untuk memberikan panduan (guidance) terkait ke mana dana dapat disalurkan oleh perbankan.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu ingin bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencari proyek-proyek sendiri yang berpotensi memberikan nilai pengembalian (return) tinggi setelah mendapat penyaluran kredit.

"Sekarang, dengan uang itu mereka berpikir. Dan harusnya market base, ya. Mereka akan mencari proyek-proyek yang memberikan return paling tinggi dan yang paling aman dulu. Mereka akan mencari yang lain," jelas Purbaya.

Upaya mencari proyek yang dapat dibiayai inilah yang kemudian membuat persaingan antarbank pelat merah semakin besar. Dalam kondisi ini, bank-bank akan menurunkan suku bunga kreditnya agar lebih bersaing.

"Tapi pada proyek yang top sekali kan pasti jumlahnya terbatas, itu akan menimbulkan kompetensi di antara bank-bank tadi. Itu akan menekan suku bunga ke bawah pinjaman," tukas Purbaya.

Baca juga artikel terkait HIMBARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana