Menuju konten utama

Purbaya Tanggapi Tagar Indonesia Gelap: Sebentar Lagi Terang

Purbaya meminta masyarakat tidak khawatir dengan kondisi Tanah Air lantaran stimulus yang diberikan pemerintah akan segera menggerek perekonomian.

Purbaya Tanggapi Tagar Indonesia Gelap: Sebentar Lagi Terang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menyinggung menanggapi soal tagar 'Indonesia Gelap' yang sempat ramai jadi pembahasan di media sosial. Menurutnya, reaksi publik atas hal tersebut bukan masalah besar, sebab kondisi akan berbalik cerah usai ekonomi Indonesia membaik.

Purbaya semula menyebutkan pertumbuhan ekonomi bakal terlihat dalam waktu 2–3 bulan ke depan. Namun, setelah ada stimulus melalui kredit, pertumbuhan ekonomi disebut akan terjadi dalam satu bulan ke depan.

"Yang jelas, perbankan lagi gelisah untuk menyalurkan uang ke sistem perekonomian. Market tahu, para pelaku ekonomi tahu, para deposan sudah mulai merasakan, para pemilik perusahaan sudah merasakan," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).

"Pasti ditawarin, mau enggak kredit, mau enggak kredit. Itu dirasakan oleh pelaku ekonomi keseluruhan," sambung dia.

Purbaya menyebutkan, secara perlahan, stimulus itu bakal menggencarkan roda ekonomi Tanah Air. Ia lantas menyinggung soal Indonesia tak baik-baik saja yang digaungkan dengan jargon Indonesia Gelap.

Dalam kesempatan itu, Purbaya menyatakan Indonesia bisa jadi akan membaik atau menjadi terang. Ia lalu meminta masyarakat tidak khawatir dengan kondisi Tanah Air.

"Itu pelan-pelan atau dengan cepat akan masuk ke sistem perekonomian, akan membalik arah sentimen semua kita," sebutnya.

"Yang tadinya Anda takut-takut, oh Indonesia gelap. Mungkin, sebentar lagi Indonesia terang sedikit. Pertamanya, semakin ke depan, semakin terang lagi. Jadi, enggak usah takut," lanjut dia.

Sebagai informasi, Indonesia Gelap pertama kali digaungkan di media sosial X/Twitter. Warganet mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto–Wakil Presiden Gibran Rakabuming melalui jargon tersebut.

Kala itu, warganet meminta pemerintah membatalkan revisi UU TNI, mengevaluasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menghapuskan dwi fungsi TNI.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana