tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan anggaran untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahun depan akan naik signifikan. Alokasi dana jumbo tersebut diharapkan dapat mendukung misi Presiden Prabowo untuk memperkuat pertahanan Indonesia, baik di darat, laut maupun udara.
“Tahun depan juga kita anggarkan juga cukup signifikan,” ungkapnya kepada awak media, di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Meski begitu, Purbaya mengaku belum bisa membocorkan berapa anggaran yang telah disiapkan untuk pembelian alutsista di tahun depan. “Tapi kalau Anda tanya jumlahnya kan rahasia juga. Tapi akan kita berkuat terus darat lautan udaranya. Saya kan bagian bayar aja, kita bayar,” tegas dia.
Sebagai informasi, anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 2026 ditetapkan sebesar Rp187,1 triliun. Anggaran tersebut paling besar digunakan untuk modernisasi kekuatan pertahanan, mulai dari pembelian dan pemenuhan alutsista TNI lintas matra, kebutuhan non-alutsista, hingga pembangunan sarana dan prasarana penunjang.
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 Tahun 2025 yang diundangkan pada 28 November 2025, pemerintah membagi anggaran Kemhan dalam dua fungsi utama, yakni fungsi pertahanan senilai Rp186,6 triliun dan fungsi pendidikan sebesar Rp490 miliar.
“Tahun depan ada, tahun depannya lagi ada. Tahun depan udah dianggarkan juga. Cukup besar,” tambah Purbaya.
Menurut Bendahara Negara, Indonesia memang harus menjaga dan memperkuat pertahanan dalam negeri di tengah ketidakpastian global yang terjadi sekarang ini. “Jadi kan di tengah uncertainty seperti sekarang, memang apa yang betul kita harus jaga kemampuan pertahanan kita,” tuturnya.
Kendati anggaran pertahanan tahun depan naik signifikan, Purbaya memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dijaga di bawah level 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Karenanya, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir meski di tahun depan pemerintah juga masih mesti mengeluarkan anggaran belanja yang cukup besar untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga subsidi energi.
“Semuanya udah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain, tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam, BBM. Jadi kita udah hitung dengan hal itu, jadi Anda nggak usah khawatir,” tutup Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































