tirto.id - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengusulkan agar harga jual kedelai dalam negeri dipatok tidak kurang dari Rp10.000 per kilogram untuk untuk melindungi petani kedelai lokal.
Langkah ini diambil untuk memutus ketergantungan pada impor sekaligus membangun ekosistem pertanian yang lebih adil. Untuk itu, ia memastikan bahwa Bulog akan membeli kedelai lokal dengan harga yang menguntungkan petani.
"Bulog kita beli yang menguntungkan. Rp10.000 sudah senang. Tidak boleh kedelai dibeli di bawah Rp10.000. Kita rumuskan nanti, tidak boleh dibawa di bawah Rp10.000 rupiah per kilo," katanya saat menghadiri panen raya kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Senin (18/5/2026).
Dalam kunjungannya itu, Amran membandingkan kualitas kedelai lokal dengan produk impor. Menurutnya, kedelai asal Nganjuk bahkan lebih besar ukurannya dibandingkan kedelai Amerika Serikat.
Namun, masalah utama menurutnya terletak pada ekosistem yang sengaja dikacaukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan impor.
"Ini kedelai Nganjuk lebih besar. Ini kedelai dari impor Amerika. Ini lebih besar, cuma ekosistemnya kita rusak. Yang rusak yang mau di sini mengimpor dan mengekspor ke Indonesia. Wajar orang yang punya surplus kedelai, dia mempengaruhi negara kita supaya regulasinya, ekosistemnya tidak teratur," tegas Amran.
Amran juga meminta jajaran TNI dan pemerintah daerah untuk mengawal kebijakan ini. Ia berjanji menyediakan bibit unggul yang siap dibagikan kepada rakyat.
"Nanti Pak Panglima lapor, nanti aku beli bibit. Tolong dipilih yang bagus. Produksi tiga tahun setengah kami beli, kemudian serahkan kembali, silakan dibagi ke rakyat," ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































