tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, merestui pemerintah daerah DKI Jakarta untuk membangun gedung pusat Bank DKI di kawasan Lot 1 SCBD, Jakarta Selatan. Restu ini diberikan Purbaya karena rencananya Bank DKI akan dibangun di atas tanah milik Kementerian Keuangan.
Adapun, hak guna tanah diberikan mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu selama 50 tahun. Meski begitu, dari hak guna tanah tersebut, pemerintah akan mendapatkan 30 persen dari pendapatan gedung.
“Skemanya itu adalah Bank (DKI) Jakarta pinjam tanah ke saya selama 50 tahun. Saya kasih 50 tahun, perjanjiannya nanti dibagi tiga ya. Bagi tiga. Pemerintah pusat dapat jatah 30 persen dari gedung itu,” ujarnya, dalam konferensi pers di Balaikota DKI Jakarta Selasa (7/10/2025).
Sebagai informasi, sebelumnya, tanah negara di lokasi Lot-1 kawasan SCBD direncakan untuk pembangunan gedung Indonesia Financial Center. Gedung yang dikonsep terdiri atas dua tower dinatkan sebagian akan digunakan sebagai kantor pusat OJK.
Pada 2019, penandatanganan nota kesepahaman tentang penggunaan barang milik negara (BMN) Kementerian Keuangan tersebut juga telah dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua De-Wan Komisioner OJK Wimboh Santoso.
Meski belum jelas apakah OJK batal menggunakan lahan tersebut untuk pembangunan gedung, Purbaya mengatakan bahwa pembangunan gedung pusat Bank DKI akan berdampak pada perekonomian Jakarta.
Ia memperkirakan, perekonomian Jakarta akan melaju lebih kencang setidaknya 15 bulan, terhitung dari dimulainya pembangunan Bank DKI.
“Saya senang banget dengan itu. Kenapa? Karena itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan nasional secara keseluruhan,” imbuh dia.
Lebih penting dari itu, Purbaya juga mengaku tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk pembangunan Gedung Pusat Bank DKI di SCBD. Sebab, pembangunan tersebut sepenuhnya menggunakan anggaran bank milik pemda Jakarta itu.
“Bank DKI cukup banyak uang daripada nggak dipakai, lebih baik dipakai untuk tadi meningkatkan aktivitas perekonomian, pembangunan utamanya nanti ada demand semakin naik, penciptaan tenaga kerja dan lain-lain. Dan saya minta ke Pak Gubernur kalau bisa dimulai tahun ini juga dalam beberapa bulan ke depan. Pak Gubernur setuju,” jelas Purbaya.
“Jadi kita mau lihat impact dari strategi ini mulai tahun ini mulai terlihat. Ini kan bangun gedung berapa? 15 bulan. Jadi akan berdampak terus ke depan,” imbuhnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































