tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi serta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan tersebut digelar sehari setelah Presiden Prabowo memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR RI kemarin, Rabu (20/5/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan para menteri mulai berdatangan sekitar pukul 12.23 WIB. Mereka yang sudah hadir antara lain Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Hilirisasi dan Investasi, Rosan Roeslani, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, serta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Para pejabat kompak mengenakan batik, dan beberapa hadir menenteng dokumen.
Menteri Hilirisasi dan Investasi, Rosan Roeslani, menyatakan tidak ada agenda rapat formal yang mendesak dan hanya memenuhi undangan santap siang dari Istana.
"Undangan makan siang," kata Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/5/2026).
Saat disinggung apakah pertemuan akan membahas mekanisme BUMN Ekspor yang baru saja dibentuk Presiden, Rosan menjawab secara normatif.
"Ini mau lapor mekanismenya. Nanti ya saya laporan dulu," ujar Rosan.
Senada dengan Rosan, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, juga enggan merinci agenda pembahasan. Ia memilih untuk menunggu arahan langsung dari Presiden.
"Kita lihat pak presiden mau berikan arahan apa," ujarnya singkat.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku telah menyiapkan dokumen laporan khusus sebagai bentuk kesiapan jika Presiden melontarkan pertanyaan terkait isu ekonomi terkini.
"Ini selalu jaga-jaga, kalau ditanya jangan sampai nggak bisa," tegas Purbaya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id







































