tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,39 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan IV 2025 memang lebih rendah dari targetnya sebesar 5,65 persen (yoy). Namun, Purbaya menilai, ekonomi sudah menunjukkan perbaikan dari di kuartal I hingga III yang cenderung mengalami tren penurunan.
“Kan triwulan IV tumbuhnya 5,39 persen akhirnya, ya. Ya, di bawah target saya 5,6-5,7 persen. Tapi, pada dasarnya, lumayan lah. Kita melihat arah perbaikan ekonomi yang clear, yang tadinya mau nyusruk, mau begini kan? Sekarang triwulan IV sudah cukup bagus,” jelas dia, kepada awak media, di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Dengan arah perbaikan ini, Purbaya yakin, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I tahun ini akan tumbuh lebih tinggi, dan menjadi semakin tinggi pada triwulan-triwulan selanjutnya.
“Kita coba walaupun di APBN 5,4 persen ya (target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026). Kita coba dorong ke arah 6 persen kalau bisa untuk tahun 2026. Oh, saya optimis terus,” tegas dia.
Untuk mencapai target tersebut, mantan Kepala LPS ini mengaku akan menambah likuiditas di pasar keuangan, sehingga perbankan dapat bekerja dengan baik untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha. Melalui penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) di lima bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada awal September kemarin, Purbaya berharap tidak akan ada lagi industri yang kesulitan mendapatkan kredit usaha.
“Yang kedua, kita akan dorong kebijakan fiskal, belanjanya tepat waktu di awal tahun ini dan cepat. Terus, kita akan perbaiki terus iklim investasi. Jadi, saya gerakkan fiskal, swasta, dan dikoordinasikan (dengan) moneter. Supaya semuanya berjalan secara optimal. Dan Kelihatannya sih bisa berjalan, karena kita lihat triwulan IV kemarin kan walaupun nggak optimal, jelas kelihatan kita bisa membalik arah ekonomi,” pungkas Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































